Sabtu, 19 Mei 2012 - 03.37 WIB
Follow : Like : RSS : Mobile :
Latest News
16.20 WIB

01 Nov 2011

Pencurian Pulsa Kedua Kalinya oleh Three
Terima kasih sebelumnya kepada CentroOne.com yang telah memuat keluhan saya. Saya adalah pelanggan paket internet Unlimited Three. Pada tanggal 6 Oktober 2011 saya melakukan pengisian pulsa lewat internet banking Mandiri sebesar Rp 150.000. Sms notification dari 3 pada tanggal tersebut pukul 22:00:14 berisi “Pengisian Rp 150.000 sukses. Total pulsa Rp 175014 berlaku s/d 04/01/2012. Akhir masa tenggang 04/03/2012”. Pada tanggal 16 Oktober saya pertama kalinya memakai sejak pengisian pulsa tanggal 6 Oktober. Ketika akan mendaftar paket paket internet (5GB) dari modem dan sms ke 234, muncul balasan sebagai berikut. "Pulsa tdk cukup utk daftar paket 5GB (RP/125rb/30hr). Silahkan isi ulang lalu hub *123# atau klik http://internet.tri.co.id dan pilih paket yang diinginkan. Info:200". Saya melakukan pengecekan pulsa ke *111*1# sisa pulsa dan ternyata saldonya adalah Rp 75. Saya baru sempat menulis surat pelanggan ini karena kesibukan dinas. Ini adalah kali KEDUA saya kehilangan pulsa dari pihak Three. Sebelumnya saya mengalami kejadian serupa pada tanggal 2 Agustus dan telah diselesaikan dengan baik oleh pihak Three, pulsa saya yang hilang diganti. Saya benar-benar bingung, mengapa sampai terulang kembali hal seperti ini? Saya benar-benar kecewa dengan Three, tidak pantas mereka mendapatkan "The Best Service Excellence Call Center 2011" dan slogan "internetan makin murah dan nyaman" adalah sia-sia, karena saya tidak merasakan kenyamanan dari pelayanan Three. Saya merasa dirampok dengan pulsa yang tiba-tiba hilang oleh sistem Three. Tolong tunjukkan tanggung jawab pihak Three dalam menyelesaikan masalah ini. Saya ingin pulsa saya yang hilang diganti dan saya akan berhenti berlangganan paket internet Three di kemudian hari.
23.26 WIB

04 Jun 2011

DugaanKorupsi
SURABAYA l SURYA Online- Sejumlah dosen, kepala jurusan, serta mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) memprotes kondisi kampusnya yang dinilai tak layak. Tidak hanya ruang kelas atau kondisi gedung yang tak terawat, mereka juga mengeluhkan sistem perkuliahan yang memberatkan mahasiswa. “Katanya kampus negeri. Kami kuliah harus membeli kok, bola tenis atau keperluan lain sendiri. Kampus FIK tak nyaman,” protes Benny Sudjono, Ketua BEM Jurusan Pendidikan Olahraga di FIK, Jumat (3/6). Gedung tak terawat, atap jebol, dan lingkungan gersang diduga karena masing-masing jurusan di FIK tak mendapat anggaran. Padahal FIK mendapat anggaran Rp 3,4 miliar setiap tahun. Sementara hingga bulan keenam tahun ini, jurusan hanya diberi anggaran Rp 5 juta. Beberapa kajur mempertanyakan dikemanakan anggaran di FIK tersebut. Dosen juga meminta transparansi anggaran dan akuntabilitasnya. “Kami mengajukan rancangan biaya anggaran (RBA). Tapi, anggaran mana yang disetujui atau dianggarkan, fakultas tak transparan. Kami sekarang malah hanya dapat Rp 5 juta. Darimana kami bisa berkembang,” kata Imam Syafii, Kajur Pendidikan Kepelatihan Olahraga di kampusnya. Kajur Pendidikan Olahraga, Ali Maksum menjelaskan, komposisi anggaran adalah 30 persen untuk fakultas dan 70 persen jurusan. “Anda lihat sendiri kondisi kampus yang tak terawat. Perlu diaudit karena ini merupakan uang negara,” tambah Ali. Akibat pergolakan itu, 1 Juni lalu sebenarnya pihak rektorat melalui PR II Purwo Handoro, telah memanggil Dekan FIK dan pembantunya serta seluruh struktural di jurusan. “Kami serahkan ke fakultas. Tanggal 7 Juni nanti akan ada pertemuan antara fakultas dan jurusan khusus membahas anggaran tersebut,” kata Purwo. Dia mengakui telah terjadi polemik anggaran di FIK. “Kita berharap polemik anggaran yang berdampak pada perkuliahan di FIK bisa diakhiri,” jelas Purwo. fai
KIRIM SURAT ANDA
NEWSLETTER
Get our free Centro One newsletter and stay in touch with the latest news and updates from your email inbox!