Rabu, 17 Sep 2014 - 06.23 WIB
Follow : Like : RSS : Mobile :
Latest News

Pilpres dan Pileg Bisa Serentak Tahun 2019

Sabtu, 04 Jan 2014 - 12.30 WIB

pemilu

Pilpres dan Pileg Bisa Serentak Tahun 2019
Centroone.com – Usulan pelaksanaan pemilihan presiden (Pilpres) dan pemilihan legislatif (Pileg) 2014 secara serentak, sesungguhnya tidaklah original bertujuan memperbaiki sistem pemilihan, namun justru untuk menciptakan ‘jalan mudah' bagi pengusulan calon presiden bagi partai politik peserta Pemilu.
Hal tersebut diungkapkan Ketua BAPPILU Partai NasDem, Ferry M. Baldan, Sabtu (02/12/2013).
"Semua parpol peserta pemilu yang lolos bisa mengusulkan presiden. Ini jalan mudah untuk pengusulan capres oleh partai," ujar Ferry.
Lebih jauh dikatakannya, dalam  design Pemilu, ada beberapa kualifikasi partai politik, yaitu partai politik berbadan hukum, partai politik peserta pemilu, partai politik yang berhak mendudukkan wakilnya di DPR RI, dan partai politik yang berhak mengusulkan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden.
Mantan Politisi Golkar ini menuturkan, untuk mendapatkan hak tertentu, partai politik harus memenuhi ketentuan yang diatur dalam UU.
“Menyerentakkan Pilpres dan Pileg pada 2014, akan menghilangkan syarat-syarat partai yang berhak mengusulkan Capres. Ini merusak 
design pembangunan sistem pemilihan dan partai politik," tegasnya.
Dia menambahkan sisi lain yang perlu dikritisi dari proses penggabungan ini adalah partai yang telah berbadan hukum tidak otomatis bisa ikut pemilu. 
Menurutnya, aturan parpol peserta pemilu harus mencapai angka 3,5% parliamentary threshold untuk bisa mendudukkan wakilnya di DPR. 
Lebih lanjut Ferry menjelaskan bahwa penggabungan pelaksanaan Pilpres dan Pileg jadi relevan dalam konteks penyederhanaan pelaksanaan Pemilu, namun bukan untuk Pemilu 2014.
Dalam pelaksanaan pengajuan calon presiden dibutuhkan norma-norma seperti, partai politik atau gabungan partai politik yang dapat mengusulkan pasangan capres dan cawapres adalah yang memperoleh dominasi kursi pada Pemilu seblumnya atau tiga besar perolehan suara pada Pemilu sebelumnya.
"Sangatlah jelas bahwa usulan penggabungan Pilpres dan Pileg baru bisa diterapkan pada Pemilu 2019, karena ada regulasi pemilihan yang harus dibuat baru," pungkas Ferry.
Oleh: Luki Junizar - Editor: Masruroh

Centroone.com – Usulan pelaksanaan pemilihan presiden (Pilpres) dan pemilihan legislatif (Pileg) 2014 secara serentak, sesungguhnya tidaklah original bertujuan memperbaiki sistem pemilihan, namun justru untuk menciptakan ‘jalan mudah' bagi pengusulan calon presiden bagi partai politik peserta Pemilu.

Hal tersebut diungkapkan Ketua BAPPILU Partai NasDem, Ferry M. Baldan, Sabtu (02/12/2013).

"Semua parpol peserta pemilu yang lolos bisa mengusulkan presiden. Ini jalan mudah untuk pengusulan capres oleh partai," ujar Ferry.

Lebih jauh dikatakannya, dalam  design Pemilu, ada beberapa kualifikasi partai politik, yaitu partai politik berbadan hukum, partai politik peserta pemilu, partai politik yang berhak mendudukkan wakilnya di DPR RI, dan partai politik yang berhak mengusulkan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden.

Mantan Politisi Golkar ini menuturkan, untuk mendapatkan hak tertentu, partai politik harus memenuhi ketentuan yang diatur dalam UU.

“Menyerentakkan Pilpres dan Pileg pada 2014, akan menghilangkan syarat-syarat partai yang berhak mengusulkan Capres. Ini merusak design pembangunan sistem pemilihan dan partai politik," tegasnya.

Dia menambahkan sisi lain yang perlu dikritisi dari proses penggabungan ini adalah partai yang telah berbadan hukum tidak otomatis bisa ikut pemilu. 

Menurutnya, aturan parpol peserta pemilu harus mencapai angka 3,5% parliamentary threshold untuk bisa mendudukkan wakilnya di DPR. 

Lebih lanjut Ferry menjelaskan bahwa penggabungan pelaksanaan Pilpres dan Pileg jadi relevan dalam konteks penyederhanaan pelaksanaan Pemilu, namun bukan untuk Pemilu 2014.

Dalam pelaksanaan pengajuan calon presiden dibutuhkan norma-norma seperti, partai politik atau gabungan partai politik yang dapat mengusulkan pasangan capres dan cawapres adalah yang memperoleh dominasi kursi pada Pemilu seblumnya atau tiga besar perolehan suara pada Pemilu sebelumnya.

"Sangatlah jelas bahwa usulan penggabungan Pilpres dan Pileg baru bisa diterapkan pada Pemilu 2019, karena ada regulasi pemilihan yang harus dibuat baru," pungkas Ferry.

 

Oleh: Luki Junizar - Editor: Masruroh

Komentar

Belum ada yang memberikan komentar.

Kirim Komentar

Untuk kirim komentar silahkan Login atau Register

NEWSLETTER
Get our free Centro One newsletter and stay in touch with the latest news and updates from your email inbox!
POLLING