Jumat, 19 Des 2014 - 06.39 WIB
Follow : Like : RSS : Mobile :
Latest News

'Penculikan' Subur, Endriartono: Kubu Anas Terlalu Berani

Senin, 21 Okt 2013 - 07.36 WIB

main2 anas urbaningrum hadiri hut pwi 8

Anas Urbaningrum. Foto: Dok. Centroone.com

Jakarta - Mantan Panglima TNI Jendral (Purn) Endriartono Sutarto menyesalkan pihak Anas Urbangingrum yang terlalu berani menuding Badan Intelejen Negara (BIN) melakukan penculikan terhadap mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Subur Budi Santoso hanya berlandaskan pada kecurigaan semata.

Kalau memang Anas atau siapapun memiliki bukti-bukti tersebut, Endriartono menyarankan agar bukti-bukti disampaikan saja.

“Saya tidak tahu apa tudingan itu dilandasi fakta atau tidak. Kalau memang tidak dilandasi fakta, maka tudingan atau kecurigaan itu terlalu berani. Kalau memang ada faktanya yah sampaikan saja,” kata Endriartono saat dihubungi, Senin (21/10/2013).

Dia pun menyebutkan bahwa munculnya isu ini tidak lepas dari kepentingan politik menjelang pemilu 2014. Hal ini jelasnya membuat banyak orang terutama mereka yang memiliki kepentingan berupaya untuk menarik keuntungan dengan situasi yang ada.

Kendati itu, Endriartono mengapresiasi langkah KaBIN, Letnan Jendral Marciano Norman yang cepat melakukan jumpa pers demi mengklarifikasi hal ini. Hal ini harus dilakukan sendiri oleh KaBIN karena kalau tidak, orang tidak akan percaya.

”KaBIN memang harus bicara untuk mengeliminasi dugaan-dugaan yang simpang siur. Dengan penjelasan KaBIN dan juga pihak Profesor Subur Budi Santoso sendiri, maka isu tersebut langsung bisa dipatahkan,” tegasnya.

Lebih jauh dia pun meminta agar KaBIN bisa melakukan upaya hukum dengan menuntut pihak-pihak yang menuduh tanpa bukti. Kalau BIN justru membiarkan dengan tidak menuntut maka akan memunculkan kecurigaan bahwa tuduhan tersebut itu benar.

Endriartono yang salah satu peserta Konvensi Capres Partai Demokrat ini juga mengatakan bahwa ada baiknya Profesor Subur Budi Santoso mengklarifikasi kegiatannya pada hari itu mulai dari bangun tidur sampai kembali tidur. Dengan demikian jadwalnya menjadi terlihat dan jelas bahwa tidak ada penculikan tersebut.

Saat ditanya apakah lontaran isu itu dilakukan karena kekhawatiran Anas yang takut diculik sehingga dengan melontarkan isu penculikan, kalau memang ada rencana menculiknya, bisa segera diaborsi, Endriartono tidak mempercayainya. Di era demokrasi seperti sekarang ini kasus culik menculik sudah tidak ada lagi.

“Permainan seperti ini memang ada di jaman orde baru. Saat ini eranya berbeda, permainan seperti itu tidak ada lagi. Aturan juga berbeda di era demokrasi ini. Apa yang bisa dilakukan di era orde baru sekarang sudah tidak bisa lagi dilakukan. Tuduhan ini kalau benar tidak jadi masalah, tapi kalau tidak benar maka bisa merusak demokrasi yang sedang kita bangun,” bebernya.

Terakhir Endriartono pun tertawa ketika ditanyakan apakah Anas masih memiliki kepentingan politik karena karier politiknya sudah tamat akibat kasus korupsi yang melibatkannya.

”Mungkin kepentingannya adalah balas dendam dan sakit hati. Harusnya dia tidak lemparkan sesuatu seperti ini. Anas atau siapapun seharusnya tidak boleh sembarang bicara, apalagi ini terkait lembaga Negara,” pungkasnya.

Sebelumnya, mantan Ketua Umum Partai Demokrat Profesor Subur Budhisantoso dikabarkan "menghilang" karena dijemput staf Badan Intelejen Negara (BIN), Jumat 18 Oktober 2013. Padahal, Subur dijadwalkan hadir sebagai pembicara dalam sebuah diskusi yang digelar Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) di kediaman Anas Urbaningrum di Duren Sawit.

Kabar ini semakin berhembus kencang, setelah beredar melalui laman YouTube yang diunggah organisasi massa Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI).

Seperti diketahui, PPI akan mengadakan dialog bertajuk dinasti politik dan politik meritokrasi, Jumat siang. Dalam diskusi direncanakan dihadiri tiga pembicara, yakni mantan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Profesor Subur Budi Santoso, Pengamat Politik UI Chusnul Mariyah dan Anggota DPR Bambang Soesatyo.

Sayangnya sampai diskusi dimulai, Subur dan Bambang tak kunjung datang. Sesaat sebelum diskusi dimulai, moderator diskusi yakni M Rahmad mengatakan Bambang berhalangan hadir. Namun, berbeda perihal ketidakhadiran Subur.

"Kita dikabarkan tadi oleh panitia (diskusi) bahwa pukul 09.00 WIB beliau (Subur) dijemput oleh staf BIN," kata Rahmad dalam video YouTube berjudul 'Pembicara Rumah Pergerakan Dijemput Staf BIN' yang diunggah kemarin, Sabtu (19/10/2013).

 

Oleh: Luki Junizar - Editor: Masruroh

 

Komentar

Belum ada yang memberikan komentar.

Kirim Komentar

Untuk kirim komentar silahkan Login atau Register

NEWSLETTER
Get our free Centro One newsletter and stay in touch with the latest news and updates from your email inbox!
POLLING