Sabtu, 26 Jul 2014 - 06.01 WIB
Follow : Like : RSS : Mobile :
Latest News

Saksi Benarkan Penunjukan Langsung PT Rajawali Nusindo di Pengadaan Alkes

Senin, 03 Jun 2013 - 16.48 WIB

Law 16x9 2

Jakarta - Tatang Saefudin, mantan ketua panitia pengadaan lelang pengadaan alat kesehatan dan perbekalan dalam rangka wabah flu burung tahun anggaran 2006-2007 di Kementerian Kesehatan tak menampik jika eks Direktur Bina Pelayanan Medik Dasar Kementerian Kesehatan, Ratna Dewi Umar melakukan penunjukan langsung PT Rajawali Nusindo sebagai perusahaan pemenang lelang.

Hal tersebut diungkapkan Tatang Saefudin saat bersaksi untuk terdakwa Ratna Dewi Umar di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (3/6/2013). Direktur PT Rajawali Nusindo dipimpin oleh Sutikno. Tatang mengakui penunjukkan langsung itu atas instruksi Ratna. Tatang mengaku harus patuh terhadap perintah Ratna selaku Kuasa Pengguna Anggaran dan Pejabat Pembuat Komitmen.

"Pemenang ditunjuk langsung. Pada Maret 2006, saya dapat Surat Keputusan. Kemudian saya dipanggil terdakwa dan sekretarisnya, ada proyek pengadaan barang wabah flu burung, dan pemenang ditunjuk langsung," ungkap Tatang saat bersaksi.

Diungkapkan Tatang, panitia sudah diwanti PT Rajawali Nusindo bakal menjadi pemenang lelang alat kesehatan flu burung buat 44 rumah sakit sejak awal proses lelang. Namun, agar proses lelang sesuai prosedur, disertakan dua perusahaan pendamping, yakni PT Indofarma Global Medika dan PT Biofarma. Walaupun, ketiganya mengajukan penawaran lelang, tetap saja yang menang pada pengadaan dengan anggara Rp 42 miliar tersebut adalah PT Rajawali Nusindo.

Tatang berdalih jika alasan penunjukkan langsung perusahaan tersebut lantaran sudah mendesak. Bahkan dikhawatirkan penyebaran flu burung (avian influenza) sudah dalam tahap antar manusia.

"Alasan penunjukkan langsung karena mendesak, harus segera dilakukan, dan ditakutkan terjadi penularan flu burung antarmanusia dan menjalar cepat," ujar Tatang yang saat ini mengajar sebagai dosen di Politeknik Kesehatan Jakarta.

Ratna dalam surat dakwaan, dianggap menyalahgunakan wewenang sebagai pejabat negara dengan menunjuk langsung PT Rajawali Lusindo dalam proyek pengadaan alat kesehatan dan perbekalan dalam rangka wabah flu burung tahun anggaran 2006-2007 di Kementerian Kesehatan. Tetapi, PT Rajawali Nusindo PT Rajawali Nusindo justru menyerahkan pekerjaan kepada PT Prasasti Mitra.

Anehnya, PT Prasasti Mitra dalam pelaksanaannya kembali mengalihkan pengadaan alat kesehatan itu ke beberapa agen tunggal dengan harga lebih murah. Beberapa agen tunggal itu Yakni PT Fondaco Mitratama, PT Prasasti Mitra, PT Meditec Iasa Tronica, PT Airindo Sentra Medika, dan PT Kartika Sentamas.

Oleh: Ranggan Tranggana - Editor: Vivi Irmawati

 

Komentar

Belum ada yang memberikan komentar.

Kirim Komentar

Untuk kirim komentar silahkan Login atau Register

NEWSLETTER
Get our free Centro One newsletter and stay in touch with the latest news and updates from your email inbox!
POLLING