all_header_1
Wednesday, 23 Apr 2014 - 23.58 WIB
Follow : Like : RSS : Mobile :
Latest News

KPK Tingkatkan Status Korupsi Perpus UI

Saturday, 25 May 2013 - 13.31 WIB

main2 main2 10hukuml21

Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah meningkatkan status penyelidikan kasus dugaan korupsi dalam pengadaan teknologi informasi di Perpustakaan Universitas Indonesia (UI) ke penyidikan. Telah ada pihak yang berpotensi dimintai pertanggung jawaban secara hukum.

"Sudah ditentukan kasus ini dari penyelidikan ke penyidikan, lalu nanti akan disisusun Laporan Kejadian Tindak Pidana (LKTP) nya, tapi belum ada Sprindiknya (Surat Perintah Penyidikan)," kata Ketua KPK, Abraham Samad di acara Lokakarya 'Jurnalis Antikorupsi', di Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (25/5/2013).

Menurut Abraham, peningkatan status kasus tersebut berdasarkan gelar perkara yang dilakukan pihaknya. Sayangnya, Abraham enggan menjelaskan siapa pihak UI yang berpotensi dimintai pertanggung jawaban secara hukum, termasuk saat disinggung apakah pihak tersebut merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek bernilai Rp 21 miliar.

Abraham hanya menyampaikan jika bagian penindakan KPK belum memberikan Sprindik kepada pimpinan KPK.

"Bidang penindakan belum menyampaikan sprindiknya. Sprindiknya belum dibuat teman-teman di penindakan, jadi saya belum dikasih tahu," pungkasnya.

Penyelidikan perkara dugaan korupsi IT UI merupakan tindak lanjut dari laporan kelompok akademisi 'Save UI'. Mereka telah melaporkan serta menyerahkan bukti-bukti dugaan korupsi pada proyek bernilai Rp 21 miliar tersebut.

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada 2012 menemukan adanya konsultan fiktif dalam pengadaan IT di perpustakaan UI tahun 2010-2011 dengan anggaran sekitar Rp 21 miliar.

BPK menjelaskan modus yang ditemukan adalah pengelola seakan-akan menyerahkan pengadaan kepada perusahaan konsultan tertentu. Namun, dalam praktiknya pengadaan dilakukan orang dalam.

Dalam kasus ini, KPK juga pernah meminta keterangan dari Rektor demisioner UI, Gumilar R Somantri.

Seusai dimintai keterangan oleh KPK, Gumilar pun mengaku hanya dikonfirmasi soal perubahan hartanya. Dia juga mengaku senang jika KPK mengungkap indikasi penyelewengan terkait proyek-proyek pengadaan di UI.

Dalam proyek pengadaan teknologi informasi perpustakaan ini, KPK menduga terdapat unsur pimpinan kampus UI yang terlibat. Selain kasus tersebut, KPK juga dikabarkan tengah menelaah dan mengusut kasus-kasus dugaan korupsi yang ada di UI.

 

Oleh: Rangga Tranggana - Editor: Masruroh

Komentar

Belum ada yang memberikan komentar.

Kirim Komentar

Untuk kirim komentar silahkan Login atau Register

NEWSLETTER
Get our free Centro One newsletter and stay in touch with the latest news and updates from your email inbox!
POLLING