Sabtu, 01 Nov 2014 - 10.38 WIB
Follow : Like : RSS : Mobile :
Latest News

Senin, KPK Periksa Walikota Bandung

Jumat, 17 Mei 2013 - 22.45 WIB

main2 10hukuml17

Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) serius mendalami dugaan keterlibatan Walikota Bandung, Dada Rosada terkait kasus dugaan suap pemulusan perkara Bansos Pemkot Bandung yang melibatkan hakim Setyabudi Tejocahyono. Tak puas menggeledah kediaman Dada Rosada hari ini, lembaga superbody pimpinan Abraham Samad Cs akan memeriksa orang nomor wahid di kota Bandung itu.

Juru Bicara KPK, Johan Budi SP mengatakan bahwa pihaknya telah mengagendakan pemeriksaan terhadap Dada Rosada pada Senin (20/5/2013) mendatang. Menurut Johan, Dada akan diperiksa sebagai saksi untuk empat tersangka kasus tersebut.

Dikatakan Johan, permintaan keterangan Dada berdasarkan keterangan keempat tersangka yang selama ini diperiksa dalam kasus ini. Oleh sebab itu, penyidik membutuhkan keterangan dari Dada.

"Tadi disampaikan surat panggilan untuk Pak Dada Rosada diperiksa sebagai saksi dijadwalkan hari Senin, diperiksa untuk 4 tersangka. Pak Dada itu dipanggil dengan kapasitas sebagai saksi dimana keterangan itu diperoleh dari tersangka-tersangka yang diperiksa," kata Johan Budi di kantornya, Jakarta, Jumat (17/5/2013).

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan sejumlah tersangka yaitu Wakil Ketua PN Bandung Setyabudi Tejocahyono, Ketua Ormas Gasibu Padjajaran Toto Hutagalung, anak buah Toto, Asep Triana. Status tersangka juga telah ditetapkan kepada Herry Nurhayat, PLT Kepala Dinas Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD).

Kasus itu terbongkar setelah KPK menggelar OTT pada Jumat (22/3/2013) lalu dimana KPK menangkap tangan Asep Triana dan Hakim Setyabudi di kantor Pengadilan Negeri Bandung, Jawa Barat. Penangkapan berlangsung usai penyerahan uang suap yang berlangsung di ruangan Hakim Setyabudi.

Dalam OTT tersebut, KPK menyita uang tunai Rp150 juta yang ditengarai sebagai uang suap yang diterima Hakim Setyabudi. Termasuk barang bukti uang Rp 350 juta yang ditemukan di mobil milik Asep Triana.

Setelah itu KPK juga menangkap Herry Nurhayat di kantor Pemkot Bandung. KPK juga sempat mengamankan Pupung, Bendahara Dinas DPKAD dan seorang petugas keamanan PN Bandung. Namun, Pupung kemudian dilepas karena dinilai tidak miliki keterkaitan dengan kasus ini.

Uang suap disebut-disebut diberikan agar vonis para terdakwa kasus korupsi Bansos Pemkot Bandung rendah. Bahkan, dikabarkan suap tersebut agar penegak hukum tak menyeret petiggi Pemkot Bandung, termasuk Dada Rosada.

oleh:Rangga T-editor:YL.antamaputra

 

 

Komentar

Belum ada yang memberikan komentar.

Kirim Komentar

Untuk kirim komentar silahkan Login atau Register

NEWSLETTER
Get our free Centro One newsletter and stay in touch with the latest news and updates from your email inbox!
POLLING