Selasa, 23 Sep 2014 - 17.17 WIB
Follow : Like : RSS : Mobile :
Latest News

PNS Kecamatan Keluhkan Dana e-Performance Tak Cair

Selasa, 14 Mei 2013 - 14.00 WIB

main2 newsupdate4

Surabaya - Beberapa PNS yang menjadi ujung tombak Pemkot Surabaya, di tingkat kecamatan, mengeluh jika selama ini tak mendapatkan rupiah dari e-Performance yang dijalankan Pemkot Surabaya. Pasalnya, dana itu dikabarkan masih tertahan di Bagian Bina Program Kota Surabaya.

Bahkan sudah jelas jika e-Performance yang didapat dari hasil prestasi kinerja, dinilai dari prestasi pegawai itu sendiri. Sementara pegawai di tingkat kecamatan sudah terbukti sebagai PNS yang memiliki beban kerja tinggi karena sebagai kantor pelayanan masyarakat. Sementara di Bina Program yang beban kerja pegawainya lebih rendah dari kecamatan, justru sudah mendapat pencairan dana tersebut.

Hal ini membuat iri pegawai di kecamatan. Sebab, mereka merasa jauh dari lingkungan pemkot lantaran Bagian Bina Program pimpinannya adalah orangnya wali kota Surabaya.

“Kita tak mendapat pencairan itu, tapi yang di Bina Program dengan beban kerja rendah, justru bisa mendapatkan keringat dari e-Performance,” tandas salah satu pegawai kecamatan yang minta identitasnya tak disebutkan.

Dikonfirmasi, Plt Kepala Bagian Bina Program Surabaya Eri Cahyadi menjelaskan, pencairan dana e-Performance itu tidak tiap bulan, tapi tiga bulan sekali. Pencairan itu juga berdasar nilai yang didapat dari nilai prestasi kinerjanya.

Eri beralasan, jika nilai prestasi seorang PNS tak mencapai point 50, tentu tak mendapat penghargaan apapun. Aturan penilaian itu ada dalam aturan Men PAN.

“e-Performance itu dinilaiberdasarkan penyerapan kinerjanya. Jika seseorang sudah mendapat nilai lebih dari 50, maka bisa mengambil dana dari e-Performance tersebut, kalau tak mencapai 50, ya tak mendapat apa-apa,” kilah Eri yang mengaku nilai itu tak bisa dibuat-buat karena sesuai dengan isian pada aplikasinya.

Seorang PNS bisa mengetahui nilainya lebih dari 50 atau tidak, bisa diketahui saat memasukan prestasi kinerjanya pada aplikasi e-Performance yang disediakan Pemkot Surabaya melalui situs internetnya.

Bagi PNS, hal ini tentu tidaklah adil, sebab selama sebulan dia sudah bekerja dengan benar dan tak mengada-ngada. Apakah seorang PNS harus mengada-ngada pekerjaannya agar bisa mendapat nilai lebih dari 50? Jika ini yang dilakukan, upaya pemkot untuk memacu PNS-nya bekerja dengan benar, bisa tak terbukti. Karena yang dikejar PNS bukanlah kinerja tapi hasil akhir alias uang.

“Saat ini kan sudah masuk triwulan pertama 2013, tentu e-Performance untuk kecamatan atau seluruh pegawai di Pemkot Surabaya sudah cair. Jika sudah mencapai point 50, silahkan ambil uangnya, bagi yang tak mencapai 50, ya tak dapat apa-apa. e-Performance ini beda dengan Tunjangan Prestasi Pegawai, karena tunjangan itu dinilai berdasar beban kerja, bukan prestasi kinerja,” tandas Eri.

 

Oleh: Windhi Ariesman - Editor: Masruroh

Komentar

Belum ada yang memberikan komentar.

Kirim Komentar

Untuk kirim komentar silahkan Login atau Register

NEWSLETTER
Get our free Centro One newsletter and stay in touch with the latest news and updates from your email inbox!
POLLING