Kamis, 23 Okt 2014 - 09.58 WIB
Follow : Like : RSS : Mobile :
Latest News

Pejabat Pemkot Bandung Akui KPK Dalami Suap Hakim Bansos

Rabu, 08 Mei 2013 - 18.23 WIB

Law 16x2

Jakarta - Asisten II Sekda Kota Bandung Ubad Bachtiar merampungkan pemeriksaan sebagai saksi terkait kasus suap pemulusan penanganan perkara korupsi dana Bantuan Sosial (Bansos) Pemkot Bandung yang melibatkan Wakil Ketua PN Bandung Setyabudi Tejocahyono. Usai diperiksa, Ubad mengaku dicecar sejumlah pertanyaan oleh penyidik terkait kasus yang disebut-sebut ikut melibatkan Walikota Bandung, Dada Rosada.  

Ubad pun tak menampik jika salah satu materi pemeriksaan yang ditanyakan seputar partisipasi sejumlah pejabat dalam lingkup Pemkot Bandung yang urunan atau patungan untuk memberi suap kepada Hakim Setyabudi.  

"Saya ditanyakan soal udunan (urunan atau patungan) itu," ucap Ubad usai jalani pemeriksaan di KPK, Rabu (08/05/2013).  

Menurut informsi yang dihimpun, KPK memang tengah menelisik asal muasal uang suap untuk hakim yang menangani perkara Bansos Bandung yang dikabrakan terkumpul dari urunan. Namun, Ubad yang hadir mengenakan kemeja biru itu menampik jika dirinya ikut berpartisipasi dalam urunan tersebut. Ubad mengakui jika sempat mendengar issu soal adanya udunan itu, namun tidak mengetahuinya secara pasti karena tidak lakukan hal itu.  

"Namun, saya tegaskan jika saya tidak terlibat untuk itu," kata Ubad.  

Ubad juga berdalih saat dicecar awak media apakah dirinya mengetahui jika Kepala Dinas dan pejabat Pemkot Bandung lakukan udunan. Ubad juga mengklaim jika baru mengetahui soal suap menyuap di PN Bandung itu setelah membaca dan mendengarnya dari media massa.  

"Saya urus diri sendiri saja, saya tidak tahu soal itu," ketusnya.  

Kabag Hukum Sekda Kota Bandung Eric M Attauriq yang menjalani pemeriksaan hari ini memilih enggan berkomentar banyak mengenai hal tersebut.  

"Tanyakan sama penyidik," singkat Eric usai menjalani pemeriksaan.  

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan sejumlah tersangka yaitu Wakil Ketua PN Bandung Setyabudi Tejocahyono, Ketua Ormas Gasibu Padjajaran Toto Hutagalung, anak buah Toto, Asep Triana. Status tersangka juga telah ditetapkan kepada Herry Nurhayat, PLT Kepala Dinas Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD).  

Kasus itu terbongkar setelah KPK menggelar OTT pada Jumat (22/3/2013) lalu dimana KPK menangkap tangan Asep Triana dan Hakim Setyabudi di kantor Pengadilan Negeri Bandung, Jawa Barat. Penangkapan berlangsung usai penyerahan uang suap yang berlangsung di ruangan Hakim Setyabudi. KPK menyita uang tunai Rp 150 juta yang ditengarai sebagai uang suap yang diterima Hakim Setyabudi. Termasuk barang bukti uang Rp 350 juta yang ditemukan di mobil milik Asep Triana.  

Setelah itu KPK juga menangkap Herry Nurhayat di kantor Pemkot Bandung. KPK juga sempat mengamankan Pupung, Bendahara Dinas DPKAD dan seorang petugas keamanan PN Bandung. Namun, Pupung kemudian dilepas karena dinilai tidak miliki keterkaitan dengan kasus ini. Uang suap disebut-disebut diberikan agar vonis rendah para terdakwa kasus korupsi Bansos Pemkot Bandung.  

Oleh: Rangga Tranggana - Editor: Vivi Irmawati

 

Komentar

Belum ada yang memberikan komentar.

Kirim Komentar

Untuk kirim komentar silahkan Login atau Register

NEWSLETTER
Get our free Centro One newsletter and stay in touch with the latest news and updates from your email inbox!
POLLING