Selasa, 21 Okt 2014 - 04.10 WIB
Follow : Like : RSS : Mobile :
Latest News

Pembelaan Diri Susno Hal Yang Wajar

Kamis, 02 Mei 2013 - 12.50 WIB

2 26Susno Duadji3

Susno Duadji (ist)

Nama mantan Kabareskrim Mabes Polri Susno Duadji kembali menghangat di belantika hukum tanah air. Terpindana kasus korupsi PT Salmah Arwowana Lestari dan Dana Pengamanan Pilkada Jawa Barat tahun 2008 ini batal dieksekusi Kejaksaaan Tinggi dan Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan lantaran yang bersangkutan mendapat 'perlindungan' dari Mapolda Jawa Barat.

Hal ini tak lepas dari keyakinan Susno bahwa dirinya sama sekali tak bersalah. Menurut dia, melalui Mahkamah Agung untuk tingkat banding yang diajukannya, beberapa keputusan atau vonis pengadilan, terbantahkan. Karena itu Susno yakin dirinya tak bersalah. Bahkan yang lebih menghebohkan, Susno sampai menggunakan media sosial untuk menarik simpati dan melontarkan pembelaan diri.

Melalui media Youtube, Susno menegaskan jika dirinya sama sekali tak lari atau menghilang. Dia bahkan terang-terangan menjelaskan jika menjadi calon legislatif untuk DPR RI melalui daerah pemilihan I Jabar. Hal itu bagi dia menunjukan jika dirinya tak kemana-mana. Susno dia juga menegaskan, selama ini tak mau tampil di muka umum lantaran menghindari eksekusi liar dari pihak kejaksaan. Dia juga menjelaskan berbagai aturan perundangan untuk membuktikan bahwa dirinya tak bersalah. Di media itu pula dia membeberkan secara rinci kronologis kasusnya.

Yang menarik, Susno mengatakan jika dimata hukum, janganlah menganggap dirinya seorang jenderal, karena kedudukan semua warga negara dihadapan UUD 1945 adalah sama. Untuk itu, atas kasus yang dihadapinya, hendaknya menjadi pelajaran bagi pemerintah untuk membenahi hukum di Indonesia ini.

Menurut Firmansyah Wijaya SH, salah satu pengacara Surabaya, hukum di Indonesia memang harus dipertegas. Jangan yang salah dibenarkan dan yang benar disalahkan. “Kita bisa lihat perbedaan ketegasan hukum di Indonesia. Kesannya tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Misalnya, ada seorang pencuri pisang satu sisir, tapi harus disidang mati-matian hingga diputus bersalah. Sementara dengan kasus korupsi yang lebih besar, justru sidangnya santai dan ketegasan hukumnya tak ada. Jika Susno Duadji menganjurkan untuk membenahi hukum di Indonesia, itu benar adanya,” tandas Firman, sapaan akrabnya.

Ada juga kasus hukum yang menimpa orang-orang dekat pejabat negara, justru hukumnya tak setegas saat menimpa orang kecil. Bagi Firman, membela diri itu adalah hak setiap orang dan itu dijamin dalam UU. Karena itu, kata dia, wajar jika Susno membela diri mati-matian saat dirinya diserang berbagai pihak, dengan kata lain, Susno harus jadi tumbal, harus kena batunya.

Kedua pihak, aparat hukum maupun Susno, sama-sama membela diri. Yang satu membela harga diri institusinya dan satu lagi membela diri secara pribadi. “Dalam kasus hukum, pembelaan diri itu adalah wajar. Namun untuk kasus Susno, saya sendiri tak bisa menuding siapa yang paling salah dan siapa yang paling benar. Pihak kejaksanaan melakukan eksekusi itu juga berdasar dari instruksi pengadilan atas vonis yang sudah diputuskan. Tentunya yang lebih bijak dalam menengahi kisruhnya hukum di Indonesia ini adalah lembaga yang lebih tinggi, ada MA dan ada MK. Jangan sampai rakyat Indonesia disuguhi dagelan hukum yang membingungkan. Ini membuat rakyat semakin apatis terhadap hukum di negara ini,” saran Firman.

oleh:Windhi A-editor:YL.antamaputra

 

Komentar

Belum ada yang memberikan komentar.

Kirim Komentar

Untuk kirim komentar silahkan Login atau Register

NEWSLETTER
Get our free Centro One newsletter and stay in touch with the latest news and updates from your email inbox!
POLLING