Jumat, 19 Des 2014 - 14.55 WIB
Follow : Like : RSS : Mobile :
Latest News

Pengamat Militer Minta Oknum TNI Indisipliner Diberi Sanksi

Selasa, 23 Apr 2013 - 10.48 WIB

hut

Foto: Centroone.com/Suryanto

Jakarta - Pengamat militer dan intelijen, Wawan H Purwanto mengatakan, prajurit TNI yang indisipliner tetap diberikan sanksi setimpal. Prajurit jangan dibiarkan mengeksplorasi kemampuan diri pada substansi di luar pertahanan negara. Hal ini disampaikan Wawan terkait beberapa aksi penyerangan oknum TNI di Jakarta, Selasa (23/04/2013).  

"Karena hal menyangkut citra TNI," ujar Wawan.  

Dalam hal ini, ia menyakini TNI punya komitmen untuk melaksanakan proses hukum terhadap prajurit TNI yang bertindak di luar kewenangan. Beberapa kasus indisipliner yang dilakukan oknum prajurit ditindak langsung oleh lembaga TNI.  

Wawan mencontohkan kasus penyerangan Mapolres OKU, Palembang, Sumatera Selatan dan kasus penyerangan Lapas Cebongan, Sleman, Yogyakarta.  

"TNI menerapkan sanksi tegas kepada jajarannya, tanpa pengecualian terhadap para komandannya yang lalai membina para personilnya," imbuhnya.  

Di sisi lain, Wawan juga menyakini kasus penyerangan kantor PDIP tak berdampak pada proses demokrasi di Tanah Air. Oknum prajurit TNI yang terlibat dalam kasus itu bukan skenario, melainkan insidensial yang terjadi pada saat itu. Artinya, kasus itu sesaat dan selesai pada saat itu juga.  

"Kasus itu, saya lihat hanya masalah pribadi dan sangat kecil kemungkinannya meluas pada hal lain, termasuk demokrasi," jelasnya.  

Kendati demikian,Wawan menekankan TNI tetap perlu menegakan hukum yang tegas terhadap jajarannya yang bertindak melanggar hukum.  

Polisi Militer sudah menetapkan 10 prajurit Batalyon Zeni Konstruksi 13 Kodam Jaya sebagai tersangka karena terlibat dalam perkelahian dengan Satgas Keamanan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan di kantor DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta, Sabtu (20/04/2013) malam lalu. Kendati demikian, para prajurit tersangka itu belum ditahan.  

Demikian dikatakan Panglima Kodam Jaya, Mayjen TNI Erwin Hudawi Lubis usai mengantar rombongan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam lawatannya ke Singapura di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (22/04/2013).  

Pangdam Jaya mengatakan sepuluh prajurit mengakui ikut bergerak menyerbu para Satgas PDIP hingga terjadi perkelahian. Motifnya karena hal sepele berlalu lintas. 

"Kira-kira sudah tersangka, sudah diperiksa sepuluhnya dan mereka mengaku bergerak ke situ," aku Erwin.  

Sementara, komandan bataliyon dari kesatuan para tersangka, dikatakan Lubis, ikut mempertanggungjawabkan indisipliner para prajuritnya.Dalam peristiwa keributan itu tak ada korban jiwa diantara keduabelah pihak. Keributan bisa langsung dilerai oleh para fungsionaris PDIP yang bertepatan sedang ada rapat di DPP PDIP.  

"Cekcok itu bisa diselesaikan ketika pihak yang sedang rapat keluar dan mendamaikan antara aparat TNI Yon Zikon 13 dengan pihak pengamanan DPP," kata Lubis.  

Oleh: Luki Junizar - Editor: Vivi Irmawati

Komentar

Belum ada yang memberikan komentar.

Kirim Komentar

Untuk kirim komentar silahkan Login atau Register

NEWSLETTER
Get our free Centro One newsletter and stay in touch with the latest news and updates from your email inbox!
POLLING