all_header_1
Kamis, 27 Nov 2014 - 19.49 WIB
Follow : Like : RSS : Mobile :
Latest News

'Dinasti' Demokrat Jateng, Ini Kata Loyalis Anas

Selasa, 30 Apr 2013 - 15.02 WIB

partai demokrat

Jakarta - Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Tengah (Jateng) Sukawi Sutarip memasukkan 9 anggota keluarganya dalam Daftar Caleg Sementara (DCS) di Partai Demokrat (PD) untuk perebutan kursi legislatif di DPR dan DPRD.

Mantan Wali Kota Semarang itu merupakan calon legislatif (caleg) DPR RI dari dapil IX Jateng dengan nomor urut 1. Dia memasukkan istrinya, Sinto Sukawi sebagai caleg DPR dapil Jateng II nomor urut 2.

Kakak kandung Sukawi, Kawi Suharli juga masuk dalam daftar caleg DPRD Provinsi dapil Jateng II nomor urut 1. Sedangkan adiknya, Sutarip Tulis Widodo, dimasukkan dalam DCS caleg DPR RI dapil Jateng X nomor urut 1. Istri Tulis, Sri Ratnawati, menjadi caleg DPR RI maju dari dapil Jateng IX nomor urut 9.

Sukawi juga mencalonkan dua anaknya menjadi caleg. Anak pertama, Ina Sukawati menjadi caleg DPRD Provinsi dapil Jateng III nomor urut 1. Sedangkan menantunya, suami Ina, Jhomy, terdaftar menjadi caleg DPRD Kabupaten Pati dapil I nomor urut 1.

Anak kedua Sukawi, AS Sukawi Wijaya alias Yoyok, masuk dalam daftar caleg DPRD Provinsi dapil Jateng I nomor urut 1. Sementara istri Yoyok, Suswati, masuk dalam daftar caleg DPRD Kota Semarang dapil II nomor urut 1.

Menanggapi hal itu, mantan Ketua DPC Partai Demokrat Cilacap Tri Dianto menilai tindakan Sukawi yang memasukkan hampir seluruh keluarganya dalam DCS Demokrat sudah keterlaluan. Hal ini, menurut dia, semakin memperburuk citra Demokrat.

"Khusus di Jawa Tengah ini sudah keterlaluan. Masa satu keluarga nyaleg satu partai dari ketua DPD istri, anak, kakak, adik, dan keponakan. Demokrat mau dibawa ke mana kalau sudah seperti itu, hanya mau bikin dinasti saja," cetus Tri saat dihubungi wartawan di Jakarta, Selasa (30/04/2013).

Loyalis Anas Urbaningrum ini menjelaskan, sejak 2011 seharusnya masa jabatan Sukawi sebagai ketua DPD Jateng sudah berakhir. Namun dia ngotot untuk mengulur-ulur waktu. Hingga kini hanya DPD Jateng yang belum melakukan Musyawarah Daerah.

"Katanya belum ada surat dari DPP, belum siap mengadakan musda karena belum ada dana ya macam-macam alasan," tegasnya.

Dia pun menuding bahwa Sukawi sengaja mengulur dan tidak mau diganti dari jabatannya agar bisa mendirikan kerajaan keluarga di Demokrat Jawa Tengah.

"Ya karena sengaja di buat agar tidak ada musda biar jadi kerajaan elit Demokrat di Jawa Tengah biar seterusnya di pimpin oleh itu-itu saja," jelas salah satu loyalis Anas yang menantang SBY jadi Ketum di KLB Demokrat Bali.

Tri beranggapan, Demokrat akan hancur di pemilu 2014 karena perilaku segelintir elite yang korup dan hingga kini masih dipertahankan oleh Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Saya yakin demokrat dalam pemilu 2014 akan semakin tenggelam," tukasnya.

 

Oleh: Luki Junizar - Editor: Masruroh

 

Komentar

Belum ada yang memberikan komentar.

Kirim Komentar

Untuk kirim komentar silahkan Login atau Register

NEWSLETTER
Get our free Centro One newsletter and stay in touch with the latest news and updates from your email inbox!
POLLING