Sabtu, 22 Nov 2014 - 17.11 WIB
Follow : Like : RSS : Mobile :
Latest News

Roket Korut Siap Serang AS

Sabtu, 30 Mar 2013 - 00.39 WIB

29NKorearocketlaunch

Roket Korea Utara (ist)

Seoul - Pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un Jumat memerintahkan persiapan bagi serangan roket strategis ke daratan dan pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat setelah pesawat siluman pembom AS melakukan pelatihan di Korea Selatan.

Perintah itu dikeluarkan saat Menteri Pertahanan AS Chuck Hagel,saat ketegangan meningkat di semenanjung Korea, mengatakan Washington tidak akan gentar dengan ancaman-ancaman perang Pyongyang.

Kim memerintahkan kesatuan-kesatuan roketnya siaga, dalam satu pertemuan mendadak Kamis malam setelah pembom-pembom siluman AS B-2 yang dapat membawa senjata nuklir dikerahkan dalam pelatihan militer gabungan AS dengan Korsel.

" JIka terjadi provokasi AS "yang nekad", pasukan Korut harus melancarkan "serangan tanpa ampun ke daratan AS... pangkalan-pangkalan militer di Pasifik termasuk Hawaii dan Guam, dan di Korea Selatan," kata Kim yang dikutip Kantor berita resmi Korean Central News Agency.

Kendatipun Korut tidak membuktikan kemampuan untuk melakukan serangan seperti itu, Kim mengatakan: "Saatnya tiba untuk menyelesaikan perhitungan dengan imperialis-imperialis AS." Pemimpin muda itu menentang penerbangan pembom siluman itu yang merupakan demonstrasi kekuatan dan memberikan "ultimatum kepada AS bahwa mereka akan melancarkan perang nuklir".

Seorang pejabat militer Korsel yang tidak disebut namanya yang dikutip kantor berita Yonhap mengatakan "peningkatan tajam" dalam pergerakan personil dan kendaraan di lokasi-lokasi rudal jangkauan jauh dan menengah Korut.

Perintah Kim mengukuhkan langkah-langkah yang dilakukan oleh Tentara Rakyat Korea (KPA), yang menempatkan kesatuan-kesatuan roket strategis dalam status siap tempur Selasa. Pada hari berikutnya negara itu memutuskan hubungan telepon khusus langsung militer degan Korsel.

Ancaman-ancaman yang datang dari Pyongyang itu dibantah sebagai gertakan, dan Korut tidak mengonfirmasikan kemampuan rudal untuk mencapai daratan AS- atau bahkan Guam atau Hawaii di Pasifik. Tetapi Washington menanggapi ancaman itu dengan memperkuat kekuatan militernya. (ant)

editor:YL.antamaputra

Komentar

Belum ada yang memberikan komentar.

Kirim Komentar

Untuk kirim komentar silahkan Login atau Register

NEWSLETTER
Get our free Centro One newsletter and stay in touch with the latest news and updates from your email inbox!
POLLING