Rabu, 20 Agu 2014 - 17.41 WIB
Follow : Like : RSS : Mobile :
Latest News

3 Skenario Capres Dan Cawapres Koalisi Pilpres 2014

Minggu, 17 Mar 2013 - 17.06 WIB

17 main pemilu 1

Jakarta - Lingkaran Survei Indonesia memprediksi akan ada 3 koalisi calon presiden dan wakil presiden pada 2014. Hal ini diungkapkan oleh Peneliti LSI, Adjie Alfaraby di Kantor LSI, Jakarta, Minggu (17/03/2013).

Adjie mengatakan, tiga skenario itu adalah Partai Golkar dan koalisinya, dengan Aburizal Bakrie sebagai capres, PDI Perjuangan dan koalisinya dengan Megawati Soekarnoputri sebagai capres, serta Partai Demokrat dan Partai Gerindra dengan koalisinya.

"Demokrat dan atau Gerindra menjadi poros capres di luar PDIP dan Golkar. Demokrat tak punya kandidat capres dan cawapres yang kuat," ujar Adjie.

"Mengapa Demokrat dan Gerindra satu poros? Karena suara dari dua partai hasil berdasarkan hasil survei LSI berada di bawah Partai Golkar (PG) dan PDIP. Kalau mau ajukan capres, maka butuh tambahan suara dari partai lain," tambahnya.

Selain itu Adjie pun merinci peta masing-masing poros dan koalis. Pertama Partai Golkar dan koalisi, menurut dia, pada hasil survei Maret 2013, Partai Golkar meraih 22,5%. Terlebih, asumsinya, jika pemilu 2014 nanti PG tetap meraih minimal 20 persen, maka besar kemungkinan PG ajukan sendiri tanpa koalisi karena sudah memenui syarat Undang-undang.

"Jika suara Golkar kurang lebih 22,2 persen artinya minimal 120 kursi bisa diraih Golkar di DPR," terangnya.

Kendati begitu, kata Adjie jika Golkar cukup maju sendiri, maka berdasarkan pilpres 2004 dan 2009, menunjukkan partai yang bisa mengajukan sendiri akan lebih leluasa memilih cawapres. "Karena (cawapres) non partai dianggap mampu menjaga conflict of interest capres cawapres tetap bisa diminimalisir," jelasnya.

Lantas dia menyebutkan, dua nama yang bakal dibidik Partai berlambang Pohon Beringin untuk cawapres adalah Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD dan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo. "Jika dua nama ini bersedia, maka hampir dipastikan Golkar akan pilih Jokowi sebagai cawapresnya. Karena Jokowi cawapres potensial bagi capres yang akan bertarung," cetusnya.

Selanjutnya untuk poros kedua, PDI P dan koalisinya, Adjie mengumpamakan jika PDI P meraih 18,8% maka partai ini butuh tambahan beberapa persen untuk mengajukan capres. Dia menyebutkan, dari berita-berita di media, nama bekas Wapres, Jusuf Kalla, dipertimbangkan PDIP sebagai cawapres.

"JK bisa melengkapi dukungan minimal pencapresan jika mampu menarik masuk partai lain dalam koalisi. Misalnya JK dikabarkan dipertimbangkan PPP sebagai cawapres," tegasnya.

Terakhir poros ketiga, adalah Partai Demokrat dan Gerindra dengan koalisinya. Kata Adjie, jika umpamanya Demokrat meraih 11,7% dan Gerindra 7,3% berdasarkan survei Maret 2013, maka keduanya butuh tambahan suara banyak untuk usung capres. Apalagi, kata Adjie Saat ini Partai besutan SBY ini belum ada kader dari internal yang cukup kuat untuk diusung jadi capres selain hanya ada nama Ani Yudhoyono di internal yang cukup kuat, namun hanya 2,4 persen. "Partai Demokrat dan SBY harus memikirkan siapa capres yang bisa dicalonkan," tandasnya.

oleh : Luki Junizar-editor:YL.antamaputra

 

Komentar

Belum ada yang memberikan komentar.

Kirim Komentar

Untuk kirim komentar silahkan Login atau Register

NEWSLETTER
Get our free Centro One newsletter and stay in touch with the latest news and updates from your email inbox!
POLLING