Jumat, 31 Okt 2014 - 14.37 WIB
Follow : Like : RSS : Mobile :
Latest News

Suap DPID, KPK Periksa Mirwan Amir dan Olly Dondokambey

Kamis, 14 Mar 2013 - 10.58 WIB

olly

Olly Dondokambey. (Ist)

Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa sejumlah anggota DPR RI asal Fraksi Partai Demokrat, Mirwan Amir dan Olly Dondokambey asal Fraksi PDIP, hari ini, Kamis (14/3/2013). Kedua legislator Senayan itu diperiksa saksi kasus dugaan korupsi Dana Penyesuaian Infrastruktur Daerah (DPID) di empat wilayah dengan tersangka Haris Surahman.

"Diperiksa sebagai saksi," kata Kabag Pemberitaan dan Informasi KPK, Priharsa Nugraha saat di konfirmasi.

Keduanya telah hadir di markas Abraham Samad Cs ini. Mirwan yang hadir dengan mengenakan safari warna abu-abu datang terlebih dahulu sekitar pukul 09.30 WIB. Mantan pimpinan Banggar DPR RI itu mengaku diperiksa sebagai saksi untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka Haris Surahman.

"Saya diperiksa untuk Haris Andi Surahman," kata Mirwan.

Mirwan mengklaim tak mengenal Haris Surahman. Menurut Mirwan, dirinya hanya memenuhi panggilan penyidik KPK.

"Wah saya nggak tahu, saya nggak kenal. Saya tidak tahu Andi Surahman. Saya dipanggil ya udah kita dateng," jelas Mirwan.

"Pimpinan banggar semuanya dipanggil kan, jadi hanya minta klarifikasi," imbuhnya.

Pada kesempatan ini, Mirwan juga mengaku tak tahu menahu soal 126 daerah DPID. Dia juga mengklaim tak ikut dalam pembahasan DPID untuk daerah Aceh Besar.

"Saya enggak ikut DPID," ungkapnya.

Tak berselang lama, Olly pun hadir memenuhi panggilan. Beda seperti Mirwan, Olly memilih irit bicara.

"Ia jadi saksi. Saya tidak kenal Haris," singkat Olly.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan sejumlah tersangka, yakni Wa Ode Nurhayati, Fahd El Fouz, dan yang terakhir Haris Surahman.

Nama Marzuki Ali sebelumnya, sempat santer disebut-sebut ikut terlibat dalam kasus dugaan suap Dana Pengembangan Infrastruktur Daerah (DPID). Mantan anggota DPR RI, Wa Ode Nurhayati pernah menyebut Marzuki Ali mendapat aliran dana Rp 300 miliar dalam kasus DPID.

Politisi PAN tersebut, menyatakan mantan pimpinan Banggar DPR, Melchias Markus Mekeng pernah menerima dana Rp 250 miliar dari proyek DPID. Dia menyebut hal itu sebagai jatah konstitusional.

Wa Ode mengetahui keterlibatan Melchias didasari oleh berkas pemeriksaan tenaga ahli Banggar DPR RI Nando. Dengan mengutip kesaksian Nando, Wa Ode menyatakan empat pimpinan Banggar DPR RI menerima jatah Rp 250 miliar. Sedangkan Ketua DPR RI Marzuki Alie menerima Rp 300 miliar. Adapun tiga wakilnya, Anis Matta, Priyo B Santoso, serta Pramono Anung menerima Rp 250 miliar. Namun, mereka yang disebutkan itu telah berulangkali membantahnya.

 

Oleh: Rangga Tranggana - Editor: Masruroh

Komentar

Belum ada yang memberikan komentar.

Kirim Komentar

Untuk kirim komentar silahkan Login atau Register

NEWSLETTER
Get our free Centro One newsletter and stay in touch with the latest news and updates from your email inbox!
POLLING