Sabtu, 20 Sep 2014 - 02.47 WIB
Follow : Like : RSS : Mobile :
Latest News

2013, Politik Jatim Sibuk Adu Tokoh Pilkada

Kamis, 03 Jan 2013 - 16.34 WIB

pilkada 1

Surabaya - Awal 2013 sudah berjalan. Persiapan partai politik dalam menyongsong pesta demokrasi di Jatim pun mulai bergeliat. Sebenarnya, gerakan ini sudah dijalankan sejak 2012 lalu. Namun pada tahun inilah, gerakan seluruh partai politik yang memiliki kepentingan dalam Pilkada Jatim akan benar-benar diperlihatkan.

Semula memang terkesan sembunyi-sembunyi. Kini harus terang-terangan karena memang sekitar Agustus, Pilkada Jatim 2013 sudah berlangsung. Jika mesin politik partai itu tetap sembunyi-sembunyi, maka akan

terlambat untuk meraih simpati warga pemilih.

Beberapa partai yang sudah terlihat bergerak mengikuti irama Pilkada Jatim adalah Partai Demokrat, Partai Golkar, PKB, PDI Perjuangan serta partai-partai yang siap koalisi lainnya. Sejumlah nama calon pun mulai

bermunculan. Ada Soekarwo atau Pakde Karwo, Saifullah Yusuf alias Gus Ipul, Khofifah Indar Parawansa, H La Nyalla Matalitti dan Bambang DH yang hanya memilih menjadi calon wakil gubernur saja.

Dengan kata lain, awal 2013 sampai pelaksanaan kampanye terakhir, suasana politik di Jatim, eskalasinya pasti meningkat. Gerakan kampanye hitam pun pasti sudah mulai dijalankan. Ibaratnya, segala cara akan disuguhkan. Namun jangan salah, jika cara yang ditempuh tak elegan, dengan kondisi masyarakat Jatim yang sudah dewasa dalam berpolitik, justru akan memerpuruk partai itu sendiri.

Disampaikan pengajar Ilmu Komunikasi Politik di Universitas Trunojoyo Mochtar W Oetomo, memanasnya kondisi politik di Jatim ini masih sebatas saling usung calonnya saja. Tidak sampai mengarah pada anarkhisme. Partai politik harus pintar dalam menyuguhkan aksi elegannya agar bisa mendapat porsi di hati warga pemilih.

“Pada 2013 ini, masyarakat akan melihat siapa yang disuguhkan partai politik untuk bersaing di pesta akbar tersebut. Masyarakat akan melihat ketokohan seseorang, bukan partai apa yang mengusungnya. Ini harus disikapi seluruh partai politik,” tandas Mochtar.

Menurut dia, jika pandai menyuguhkan siapa calon yang bakal diusung, bisa diyakini partisipasi pemilih dalam Pilkada Jatim juga akan meningkat. Jangan sampai golongan putih besar, jika ini yang terjadi

sama saja warga sudah enggan berpartisipasi dalam politik.

Direktur Surabaya Survei Center ini juga menilai, jika partai besar salah memilih calon, jangan harap didekati warganya. Namun sebaliknya, walau partai kecil dan berkoalisi, tetapi pintar menyuguhkan calon yang akan bertarung, maka akan didekati warga pemilih.

“Kita hanya berharap, perjalanan politik di 2013 di Jatim ini harmonis. Tidak saling adu kekuatan sampai terjadi konflik, tapi adu konsep dan pemikiran sehingga masyarakat tak kecewa dan senang dalam berpolitik. Beberapa lembaga survei pun akan bermunculan saling tawarkan program dan konsep pemenangan, ini juga harus disikapi partai yang bertarung agar tak terlena. Kerja keras yang cerdas tentu akan menghasilkan kemenangan pula,” tandas Mochtar.

Oleh: Windhi Ariesman - Editor: Vivi Irmawati

Komentar

Rifqi Fariz Rahmat

05 Jan 2013 - 22:32 (2 years ago)

Rifqi Fariz Rahmat/20/Mahasiswa/Jakarta/SHM/bukannya sibuk bikin solid malah perang tokoh piye sih

lucky rifaldi

03 Jan 2013 - 19:30 (2 years ago)

Lucky Rifaldi/17/Pelajar/Jakarta/WEZEER/semoga bisa terpilih pemimpin yang ideal

harrys ikhsan

03 Jan 2013 - 18:17 (2 years ago)

harrys ikhsan/18tahun/Mahasiswa/Bekasi Selatan/SHM/tentunya harus pro rakyat jangan tidak di anggap! #bismillah

said arza husein

03 Jan 2013 - 17:30 (2 years ago)

Said Arza Husein/22/Mahasiswa/bandung/Weezer/siapa saja yg terpilih harus pro rakyat dan sesuai dengan janji

Kirim Komentar

Untuk kirim komentar silahkan Login atau Register

NEWSLETTER
Get our free Centro One newsletter and stay in touch with the latest news and updates from your email inbox!
POLLING