KPK Gelar Pendidikan Anti-Korupsi Untuk Kasek di Surabaya

Kamis, 20 Des 2012 - 00.13 WIB
19 Dedie A Rachim menyerahk

Salah satu peserta menerima sertifikat dari KPK. (Windhi/Centroone)

Surabaya - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) gencar mensosialisasikan pencegahan tindak korupsi. Kali ini, sosialisasi dilakukan di SMK Negeri 6 Surabaya, Rabu (19/12/2012). Namun pesertanya bukanlah pelajar melainkan para kepala sekolah (kasek) berbagai tingkatan se-Surabaya.

Tujuannya, dari kepala sekolah itu akan ditularkan kepada guru-gurunya lalu diberikan ke para pelajar. Ini yang menjadi langkah KPK untuk melakukan pemberantasan korupsi sejak dini.

Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK, Dedie A Rachim menjelaskan, sesuai amanat UU 30/2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, pasal 13 huruf C menyebutkan bahwa KPK harus melaksanakan pendidikan anti korupsi pada setiap jenjang pendidikan.

“Di Surabaya kan sudah ada komiten mendirikan zona integritas, yakni di sektor pendidikan, komunitas dan layanan publik,” kata Dedie.

Sementara Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, sasaran sekolah untuk diberikan materi pemberantasan tindak pidana korupsi karena pendidikan merupakan roh suatu negara. Maju tidaknya sebuah negara bergantung dari tingkat pendidikan, karena itu menentukan kualitas sumber daya manusianya.

Untuk sekolah, kata Risma, sapaan akrabnya, pelajar bisa memulainya dengan perilaku jujur. Misalnya jujur dalam menjalankan ujian dan proses belajar lainnya. “Ini jadi tanggungjawab kepala sekolah dan guru untuk membentuk karakter pelajarnya.

Oleh:Windhi A-editor:YL.antamaputra

 

Temukan artikel ini di

http://www.centroone.com/news/2012/12/3y/kpk-gelar-pendidikan-anti-korupsi-untuk-kasek-di-surabaya/