Senin, 22 Sep 2014 - 07.07 WIB
Follow : Like : RSS : Mobile :
Latest News

Resolusi Jihad NU Salah Satu Perjuangan NKRI

Rabu, 14 Nov 2012 - 12.11 WIB

30 main2 News Update 1 11

Jakarta – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj menyatakan jika peringatan Hari Pahlawan yang jatuh pada tanggal 10 Nopember 2012 yang diperingati setiap tahun tak bisa dilepaskan dari rangkaian perjuangan dan Resolusi Jihad Nahdlatul Ulama (NU).  

Dituturkan Said bahwa peringatan Hari Pahlawan sangat wajib hukumnya untuk mengenang para jasa ulama besar NU yang dipimpin Rois Akbar NU Hadratus Syeikh Hasyim Asyari yang merumuskan Resolusi Jihad NU.  

"Resolusi Jihad NU mewajibkan setiap muslim berjihad (hukumnya fardhu ‘ain) melawan siapapun yang akan kembali menjajah nusantara. Resolusi Jihad NU membakar darah juang kaum santri, para kiai dan warga republik lainnya," ucap Said dalam keterangan pers di Jakarta, Rabu (14/11).  

Said pun menyebut 10 Nopember adalah puncak pertempuran kaum santri, para kiai dan para pejuang lain dalam mewujudkan Resolusi Jihad NU dan tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sehingga pasukan sekutu dibuat kewalahan.  

Dia pun juga menegaskan jika pentingnya peran ulama dan kiai NU yang tergabung dalam Laskar Sabilillah dan kaum santri yang terhimpun dalam Laskar Hizbullah dalam upaya perang melawan dan mengusir bangsa penjajah tidak boleh dinafikan.  

"Kita harus meneladani para ulama NU dalam berjuang dan menggali ilmu pengetahuan. Anak cucu kita, khususnya dari kalangan NU dan pesantren, supaya mengetahui dan patut bangga bahwa para pendahulu kita punya jasa yang besar terhadap bangsa dan negara," terangnya.  

Lebih lanjut Said Aqil menjelaskan bahwa PBNU sangat setuju dengan pernyataan sikap GEMASABA-PKB yang mendesak seluruh elemen bangsa dan negara agar Resolusi Jihad NU secara sah diakui faktanya dan segera dimasukan buku sejarah. Dan terkait dengan hal ini NU sudah menyerahkan segala urusan aspirasi politik dan perjuangannya ke PKB.  

"NU ya PKB, PKB ya NU. Dua-duanya tidak bisa dipisahkan," cetusnya.  

Selain Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj. Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar mengatakan, segenap komponen bangsa harus mengakui aksi heroik para kiai dan kaum santri NU dalam Resolusi Jihad NU hingga bisa meletusnya peristiwa 10 November 1945.  

"Selama ini kita masih melihat gambaran yang samar dalam menilai perjuangan dan peranan para kiai NU dan kalangan santri, bahkan terkesan telah terjadi pendistorsian sejarah Resolusi Jihad NU. Karena itu, segenap keluarga besar NU, PKB dan Gerakan Mahasiswa Satu Bangsa (GEMASABA) sebagai organisasi sayap kemahasiswaan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) harus terus mengingatkan dan mendorong kembali agar sejarah Resolusi Jihad NU tidak sampai tenggelam oleh hiruk pikuk persoalan negeri ini," jelasnya.  

Menurutnya jika perlawanan para kiai NU dan kaum santri dalam mengusir pasukan sekutu dari bumi pertiwi tanpa menggunakan perlengkapan senjata yang memadai.   

"Mereka berjuang sungguh luar biasa sampai mempertaruhkan nyawanya demi memberikan yang terbaik bagi republik ini. Di sisi lain, mereka juga tidak pernah meminta balasan apapun. Ini harus kita tiru sebagai generasi penerusnya, terutama oleh para mahasiwa," imbuh Menakertrans ini.  

Sementara itu Ketua Dewan Pembina GEMASABA sekaligus Ketua DPP PKB Marwan Jafar menyatakan bahwa peringatan Resolusi Jihad NU menjadi momentum kebangkitan gerakan rakyat Indonesia dalam membangun Indonesia yang lebih beradab demokratis dan berperikemanusiaan serta melawan pihak-pihak yang berupaya menggerogoti keutuhan NKRI.  

"GEMASABA sebagai kader-kader sayap NU dan PKB siap menjadi pelopor dan pejuang dengan spirit yang terkandung dalam Resolusi Jihad NU, sebagaimana diamanatkan Ketua Umum PBNU dan Ketua Umum DPP PKB," cetus Marwan yang juga Ketua Fraksi PKB dan anggota komisi V di DPR.  

Reporter: Luki Junizar - Editor: Vivi Irmawati

 

Komentar

Belum ada yang memberikan komentar.

Kirim Komentar

Untuk kirim komentar silahkan Login atau Register

NEWSLETTER
Get our free Centro One newsletter and stay in touch with the latest news and updates from your email inbox!
POLLING