Rabu, 03 Sep 2014 - 09.04 WIB
Follow : Like : RSS : Mobile :
Latest News

Suka Mengolok, Pelajar SMP Dikeroyok

Jumat, 28 Sep 2012 - 14.06 WIB

keroyok2

Ilustrasi

Surabaya - Perkelahian antar pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) terjadi di Surabaya, Jumat (28/09) pagi tadi.

Seorang siswa SMPN 7 di Jalan Tanjung Sadari dikeroyok oleh siswa sekolah lain. Kedua siswa itu menarik baju siswa SMPN 7 hingga robek-robek.

Aiptu Rachmad kepada wartawan di ruang Traffic Management Center (TMC) Polres Pelabuhan Tanjung Perak mengatakan, pihaknya mendapat telepon dari kepala sekolah SMPN 7 untuk mengamankan dua siswa yang menyerang siswa SMPN 7.

"Usai mendapat laporan itu, kami langsung mendatangi sekolah itu dan mengamankan 4 siswa yang terkait peristiwa itu," tuturnya.

Keempat siswa itu adalah, Samsir Mahmud (19), Riski Bahari (18), Agus Rivanto (14) dan Cikal Ika Dinasari (13). Di ruang TMC, terlihat Sina (ibu Samsir dan Riski) dan Santoso (ayah Agus).

Dari pemeriksaan, diketahui Samsir dan Riski adalah kakak beradik. Merekalah yang mengeroyok Agus. Agus sendiri dikeroyok karena sering memperolok Cikal yang adalah sepupu Samsir dan Riski.

Riski adalah siswa SMK Triyasa yang ada di Jalan Kapasari Pedukuhan. Sementara Samsir bukan seorang siswa, dia sudah lulus tetapi belum bekerja.

"Saya sering diolok-olok Agus dan gerombolannya. Kalau mengolok-olok, Agus yang paling keras teriakanya dengan perkataan yang kasar dan tidak enak mulai dari sudah tidak perawan, gadis panggilan hingga menjurus ke bagian intim," tutur Cikal pada wartawan.

Rupanya, olok-olok yang hampir setiap hari itu rupanya membuat Cikal, siswi kelas IX-3 mengadukan kepada tantenya, Sina untuk datang ke sekolah untuk melaporkan Agus ke guru Bimbingan Konseling (BK).

Namun, karena kesibukan, Sina malah menyuruh dua anaknya, Samsir dan Riski datang ke SMPN 7 untuk meminta agar Agus dibawa ke ruang BK.

"Pada saat ketiganya berjalan ke ruang BK itulah. Entah apa pemicunya Samsir dan Riski tiba-tiba mengeroyok Agus. Baju siswa kelas IX-7 itu ditarik-tarik hingga sobek. Sebelum terjadi adu jotos, mereka bertiga dilerai," papar Aiptu Rachmad.

Sementara Riski mengaku belum sempat memukul Agus. Riski mengaku saat itu ia emosi dan tak bisa mengendalikannya. Begitu juga dengan kakaknya.

Sedangkan Agus mengakui jika ia memang sering memperolok Cikal. Dan tak hanya Cikal, hampir semua siswi di sekolah itu pernah diperoloknya bersama gerombolannya. "Saya tidak dendam karena memang saya yang salah," akunya.

Senada dengan Agus, Santoso ayahnya juga menginginkan kasus itu tidak diperpanjang. "Kasus ini disepakati untuk diselesaikan secara kekeluargaan. Kami hanya meminta agar pihak-pihak terkait membuat surat pernyataan," tandas Aiptu Rachmad.

 

Oleh: Rakhman Khariry - Editor: Masruroh

Komentar

Belum ada yang memberikan komentar.

Kirim Komentar

Untuk kirim komentar silahkan Login atau Register

NEWSLETTER
Get our free Centro One newsletter and stay in touch with the latest news and updates from your email inbox!
POLLING