Kamis, 30 Okt 2014 - 19.13 WIB
Follow : Like : RSS : Mobile :
Latest News

PDIP: Capres dari 3 Parpol Besar Perlu Syarat

Minggu, 30 Sep 2012 - 11.03 WIB

pdip9

Jakarta - Ketua Majelis Nasional Partai NasDem Surya Paloh mengusulkan, pada pilpres 2014 mendatang lebih baik capres berasal dari partai yang menduduki peringkat 3 besar pada pemilu legislatif (pileg). Wasekejen PDIP Eriko Sotarduga menilai usulan itu wajar saja untuk kepentingan parpol.

Akan tetapi, katanya, partai sebagai representasi rakyat harus menangkap apa yang diinginkan pemilihnya. Baik dari segi efisiensi biaya juga bisa menyatukan kepentingan dan suara rakyat tentu dengan menangkap kehendak rakyat.

"Karena belum tentu walaupun tiga besar partai bisa mencalonkan calonnya sendiri. Di sinilah dituntut partai-partai akan bersama-sama mencalonkan calon yang dikehendaki rakyat," ucap Eriko kepada CentroOne.com melalui pesan singkat di Jakarta, Minggu (30/9/2012).

Bayangkan, sambungnya, jika nanti hanya dengan Parliamentary Threshold (PT) 3,5% bisa mencalonkan presiden, maka akan ada 20-25 calon. "Apakah ini tidak akan membingungkan rakyat, juga memakan biaya yang luar biasa besar untuk mensosialisasikan calon yang ada," imbuhnya.

Anggota Komisi VI DPR ini menyatakan, dalam pengusungan capres yang masuk dalam kategori 3 besar ini dapat diperkirakan bahwa antara 15-25% dalam mengajukan calon pastinya akan dituntut bagi setiap parpol untuk bersama-sama mengajukan calon presiden yang terbaik.

"Karena demokrasi bukan menjadikan setiap orang bisa mencalonkan diri, tapi bagaimana menyerap aspirasi suara rakyat banyak," terangnya.

Sebelumnya, Ketua Majelis Nasional Partai NasDem Surya Paloh menilai lebih baik pada pilpres 2014 mendatang capres berasal dari partai besar. Terutama partai yang menduduki peringkat 3 besar pada pemilu legislatif (pileg).

"Kriteria NasDem menawarkan, untuk memberikan pendidikan politik dengan baik. Yang bisa mencapreskan itu parpol yang mempunyai urutan hasil Pileg nomor 1, 2 dan 3," ujar Surya Paloh.

Dia menambahkan dengan adanya syarat tersebut, maka nantinya parpol yang tidak masuk urutan 1 sampai 3 pada Pileg 2014 tidak bisa mencalonkan presiden. Ia menegaskan, pemikiran tersebut bukannya mengurangi hak warga negara Indonesia baik dari parpol maupun non parpol mencalonkan presiden.

"Yang ke 4, 5 dan seterusnya mendukung saja deh. Jangan ikut bertarung. Bukannya saya ingin mengurangi hak. Tapi kita punya sistem mekanisme untuk ikut memberikan pilihan yang terbaik," tegasnya.

Reporter: Luki Junizar - Editor: Raden Trimutia Hatta

Komentar

Belum ada yang memberikan komentar.

Kirim Komentar

Untuk kirim komentar silahkan Login atau Register

NEWSLETTER
Get our free Centro One newsletter and stay in touch with the latest news and updates from your email inbox!
POLLING