Kamis, 23 Okt 2014 - 07.38 WIB
Follow : Like : RSS : Mobile :
Latest News

Mantan Rektor UI Diduga Korupsi Pengadaan IT

Jumat, 21 Sep 2012 - 14.48 WIB

gumilar2

Gumilar Rusliwa Somantri

Jakarta - Mantan Rektor Universitas Indonesia (UI), Gumilar Rusliwa Somantri diduga terlibat serangkaian tindak pidana korupsi. Salah satunya, terkait proyek pengadaan IT di perpustakaan UI yang baru selesai dibangun.

Gumilar pun beberapa waktu lalu sempat diperiksa oleh tim penyelidik KPK. Gumilar pada Selasa (18/9/12) lalu diperiksa sebagai saksi karena dianggap mengetahui seluk beluk kasus tersebut.

"Ada informasi yang dibutuhkan oleh penyelidik meminta keterangan dari Rektor UI. Pengadaan IT perpustakaan UI di antaranya," kata Juru Bicara KPK, Johan Budi SP di kantornya, Jakarta, Jumat (21/9/2012).

Menurut Johan dugaan korupsi tersebut mulai diselidiki pihaknya berdasarkan laporan masyarakat seperti 'Save UI' dan berdasarkan audit keuangan Badan Pemeriksa Keuangan. "Dari hasil audit BPK dan laporan masyarakat," ujarnya.

Sayangnya Johan mengaku belum mengetahui dugaan kerugian negara yang ditimbulkan dari dugaan korupsi di UI itu. Yang jelas, kata Johan, KPK telah melakukan serangkaian pemeriksaan baik dari pihak swasta maupun pihak UI.

"Di atas 10 dari swasta dan UI," jelasnya.

Pemeriksaan terhadap Gumilar sudah digelar Selasa (18/9/2012). Namun, setelah diperiksa, Gumilar mengaku diselidiki soal harta kekayaan.

Saat itu, Gumilar mempersilakan jika KPK ingin menelusuri dugaan korupsi di kampus yang kerap diidentikan dengan warna kuning tersebut. "Kita senang sekali kalau KPK melakukan penyelidikan di UI, di persilakan saja, supaya semuanya terang benderang semuanya bisa jelas, dan kita mengharapkan tidak ada fitnah, tidak ada hal yang di buat-buat," ungkapnya.

Kasus dugaan korupsi ini bermula kala Badan Pemeriksa Keuangan menemukan dan melaporkan dugaan korupsi yang dilakukan pimpinan Universitas Indonesia. BPK menemukan potensi kerugian negara Rp 41 miliar.

Dugaan korupsi di Universitas Indonesia itu terjadi pada pengalihan fungsi lahan bekas asrama Pegangsaan Timur (PGT) di daerah Cikini, Jakarta Pusat. Dengan total kerugian Negara diperkirakan mencapai Rp 41 miliar.

Lahan seluas 23.583 meter yang seharusnya berada di bawah kewenangan Kementerian Keuangan tersebut telah dialihfungsikan oleh pimpinan Universitas Indonesia tanpa sepengetahuan Kementerian Keuangan. Sementara terkait kasus asset PGT, BPK telah menemukan bukti bahwa Rektor Universitas Indonesia (UI) telah 'melego' aset kampus berupa asrama tersebut. Padahal, di lokasi yang dikerjasamakan dengan pihak swasta itu akan dibangun sebuah guest house UI.

Reporter: Rangga Tranggana - Editor: Raden Trimutia Hatta

Komentar

Belum ada yang memberikan komentar.

Kirim Komentar

Untuk kirim komentar silahkan Login atau Register

NEWSLETTER
Get our free Centro One newsletter and stay in touch with the latest news and updates from your email inbox!
POLLING