all_header_1
Monday, 21 Apr 2014 - 09.01 WIB
Follow : Like : RSS : Mobile :
Latest News

JJ Rizal: Jokowi Mirip Ali Sadikin

Saturday, 22 Sep 2012 - 15.49 WIB

Jokowi 140912 5

Jokowi. Foto: Antara

Jakarta - Sebagai budayawan Betawi, JJ Rizal memberikan apresiasi terhadap pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama (Jokowi-Ahok) yang berhasil mengungguli pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli (Foke-Nara) dalam penghitungan cepat (quick count) putaran dua Pilkada DKI Jakarta 2012. Kemenangan Jokowi-Ahok itu diyakini karena sosok Jokowi yang memiliki sifat ahli mendengar.

"Yang tidak dimiliki pasangan calon lain, yaitu Jokowi itu ahli mendengar. Dia selalu melakukan komunikasi dengan warga. Jadi saya percaya yang bikin Jokowi-Ahok menang itu karena daulat rakyat," katanya di Warung Daun Cikini Jakarta Pusat, Sabtu (22/9/2012).

Menurut Rizal, sebagai ahli mendengar Jokowi memiliki kemiripan dengan sosok Gubernur DKI Jakarta periode 1966-1977, yakni Ali Sadikin. Selain itu, Jokowi juga memiliki kemiripan lain, yaitu soal memutuskan kebijakan yang diambil setelah mendengarkan saran dan masukan dari pejabat di jajaran Pemprov DKI.

"Hal mirip lainnya, Ali Sadikin setelah Shalat subuh langsung berangkat menuju kantor dan meminta pejabat-pejabatnya memberikan saran dan masukan. Kalau saran itu memang bagus, ya dia langsung putuskan itu," jelasnya.

Kemudian, Rizal menyebutkan sosok pemimpin yang rendah hati, polos, murah senyum namun tegas, serta mau beraudiensi dengan warga itu ada dalam diri Jokowi. Sehingga dengan representatif itulah, Rizal menilai Jokowi-Ahok mampu membenahi akar permasalahan yang melekat pada kota Jakarta.

Hal itu bisa dilihat dari pidato kemenangan Jokowi usai quick count, itu jelas sekali visinya bahwa dia menghormati Fauzi Bowo yang tetap memuji terkait pembangunan di Jakarta yang sudah ada dan sedang berlangsung. Bahkan Jokowi sempat menawari Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli sebagai dewan penasehatnya.

"Jokowi mewakili representatif pemimpin aktor perubahan di Jakarta. Dengan mengandalkan metode komunikatif, paling tidak mampu memberi harapan baru bagi masyarakat Jakarta. Tinggal kemauannya ada atau tidak untuk perubahan, asal jangan menggunakan metode barongsai ya, nyari angpao," tegasnya.

Reporter: Dominicus Alvin - Editor: Raden Trimutia Hatta

Komentar

Belum ada yang memberikan komentar.

Kirim Komentar

Untuk kirim komentar silahkan Login atau Register

NEWSLETTER
Get our free Centro One newsletter and stay in touch with the latest news and updates from your email inbox!
POLLING