all_header_1
Wednesday, 23 Apr 2014 - 13.51 WIB
Follow : Like : RSS : Mobile :
Latest News

Safir Cinta, Terobosan Baru Novel Religi

Saturday, 22 Sep 2012 - 16.26 WIB

IMG01203 20120922 1233

Dialog tanya jawab jelang perilisan (Made/CentroOne)

Surabaya- Sebuah novel religi kembali hadir ditengah-tengah masyarakat Indonesia khususnya Surabaya. Novel ini berkisah tentang sebuah perjalanan dan makna hidup, karya dari Faradina Izdhihary.

Menurut, sang penulis karyanya ini merupakan karya yang mengangkat tentang kisah seorang perempuan yang memiliki kehidupan gelap sebagai penakluk para lelaki. Pesan yang ingin disampaikan, Kata dia, tentang sehitam apapun masalah seseorang masa depan masilah suci.

"Tidak ada manusia yang terlepas dari dosa masa lalu," ujarnya, Sabtu (22/9). Akan tetapi, Lanjutnya, orang itu tidak layak untuk dihakimi dan dikucilkan untuk masa depannya.

Perjalanan hidup seseorang, dikatakannya, selalu tidak pernah terlepas dari masa lalunya. Setiap orang mengalami pembentukan karakter oleh lingkungan orang-orang dewasa di sekitarnya.

Demikian pula, dijelaskannya, tentang sosok pemeran utama dalam film yakni Reysa yang memiliki dendam masa lalu atas penderitaan nenek dan ibunya yang dihamili oleh lelaki tidak bertanggung jawab.

"Sebutan anak haram lekat padanya, sayangnya Reysa mempunyai dendam pada para lelaki dengan cara meniduri banyak lelaki," jelasnya.

Namun, kisah hidup tragis pun musti dialami Resya, akibat pesonanya, diapun berakhir dengan "Kematian" ditangan lelaki korban pesonanya, yang tak lain Ayah kandungnya sendiri.

Menjalani kematian dipengasingan pondok pesantren, didesa terpencil, akhirnya membuatnya menyadari perbuatannya selama ini.

" Dia pun bermertamofosa menjadi wanita yang sholihah, yang peduli dengan anak-anak terlantar," tukasnya.

Pembahasan ini dilakukan ketika roadshow dan sekaligus Launching buku sang penulis di Perpustakaan kota Surabaya di Jalan Rungkut Asri, Sabtu (22/9/2012).

Novel yang dilaunchingnya pun, bukan merupakan novel pertama bagi guru SMA di Kota Batu, Malang tersebut.

 

Oleh : Made Ardhiangga – Editor : Adi Cahyo

 

Komentar

Belum ada yang memberikan komentar.

Kirim Komentar

Untuk kirim komentar silahkan Login atau Register

NEWSLETTER
Get our free Centro One newsletter and stay in touch with the latest news and updates from your email inbox!
POLLING