all_header_1
Kamis, 27 Nov 2014 - 11.14 WIB
Follow : Like : RSS : Mobile :
Latest News

Berkas Penyidikan 2 Tersangka SHS Rampung

Rabu, 05 Sep 2012 - 18.15 WIB

johan2

Johan Budi. Foto: Antara

Jakarta - Berkas penyidikan perkara dua tersangka kasus dugaan korupsi proyek pengadaan dan pemasangan Solar Home System (SHS) Kementerian ESDM tahun 2007 dan 2008 Jacob Purwono dan Kosasih telah rampung (P21). Tak lama lagi mantan Dirjen Listrik dan Pemanfaatan Energi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral dan pejabat pembuat komitmen (PPK) proyek tersebut akan segera ke mejahijau.

"Kasus pengadaan SHS hari ini dua tersangka sudah penyerahan tahap dua dari penyidik ke penuntut. Istilahnya P21, yaitu Kosasih dan Jacobus Purwono," ucap Juru Bicara KPK, Johan Budi SP, di kantornya, Jakarta, Rabu (5/9/2012).

Sebelumnnya, kedua tersangka itu menjalani pemeriksaan tim penyidik KPK. Keduanya diperiksa dalam kapasitas sebagai tersangka.

Hal mengejutkan pun diutarakan Jacob Purnomo usai menjalani pemeriksaan. Saat dicecar awak media soal dugaan keterlibatan legislator Partai Demokrat, Sutan Bhatoegana, Jacob enggan berkata banyak. Yang jelas, dugaan ketelibatan politisi yang mendapat julukan ikan salmon itu akan dibeberkan di Pengadilan Tipikor.

"Kalau subtansi nanti saja di pengadilan," ucap Jacob.

Berbeda dengan Jacob, Kosasih justru tak mau berkomentar soal dugaan keterlibatan Sutan Bhatoegana,  mantan Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel), Wisnu Subroto, dan Komjen (Pol) Gories Mere, anggota Polri yang kini bertugas sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam kasus yang membuat kerugian negara sebesar Rp 131,2 miliar.

"Dari pak purwono saja kan sudah cukup," ucap Kosasih yang tak berbeda jauh merampungkan pemeriksaan sebagai tersangka.

Terkait pengembangan kasus ini, KPK telah menjadwalkan pemeriksaan terhadap Sutan Bhatoegana. Sedianya dia akan diperiksa sebagai saksi. Namun, yang bersangkutan mangkir dari pemeriksaan. Sutan berdalih tak menghadiri pemeriksaan yang digelar pada Jumat (31/8/2012) lalu lantaran sedang berada di Daerah Pemilihan (Dapil) di Sumatra Utara (Sumut). Sementara, untuk Wisnu Subroto, dan Komjen (Pol) Gories Mere, KPK belum menjadwalkan pemeriksaan.

Sutan diduga terlibat lantaran mengarahkan dua perusahaan peserta tender untuk diikutsertakan dalam tender tersebut. Sutan pun telah membantah hal tersebut. Dia menegaskan tak melakukan hal tersebut.

Sebagaimana dibeberkan Sofyan Kasim, penasihat terdakwa Ridwan Sanjaya, ketiga nama itu juga telah tertulis dalam Berkas Acara Pemeriksaan (BAP) Ridwan, namun jaksa KPK tidak menyampaikannya secara tegas dalam berkas dakwaan pada persidangan beberapa waktu lalu.

"PT-PT ini tolong dimenangkan karena titipan dari DPR untuk RUU Ketenagalistrikan, titipan dari Kejaksaan dan titipan dari Kepolisian," demikian tertulis dalam surat dakwaan.

Dalam kasus ini, Mejelis Hakim pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta sendiri telah menjatuhkan vonis selama enam tahun penjara kepada pegawai di Direktorat Jendral (Ditjen) Listrik dan Pemanfaatan Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian ESDM, Ridwan Sanjaya. Anak buah dari dirjen, Jacobus Purwono, ini dinyatakan terbukti bersalah terkait korupsi proyek pengadaan pembangkit listrik tenaga surya senilai Rp 526 miliar lantaran menetapkan harga perkiraan sementara tanpa melalui harga pasar.

Dirjen Listrik dan Pemanfaatan Energi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral Jacob Purwono telah resmi dijadikan tersangka oleh KPK terkait kasus korupsi pengadaan Solar Home System pada 2009. Jacob diduga telah melakukan tindak pidana korupsi. Yacob diduga melakukan kerja sama melakukan tindak pidana korupsi bersama-sama dengan pejabat pembuat komitmen, Ridwan Sandjaya.

Reporter: Rangga Tranggana - Editor: Raden Trimutia Hatta

Komentar

Belum ada yang memberikan komentar.

Kirim Komentar

Untuk kirim komentar silahkan Login atau Register

NEWSLETTER
Get our free Centro One newsletter and stay in touch with the latest news and updates from your email inbox!
POLLING