Kamis, 23 Okt 2014 - 10.45 WIB
Follow : Like : RSS : Mobile :
Latest News

Jumlah Warga Miskin Surabaya Turun,Diduga Rekayasa Pemprov

Selasa, 17 Jul 2012 - 23.42 WIB

15 videoplayerbg Thumbnail 8

Surabaya - Munculnya data yang menyebutkan jumlah warga yang berhak menerima jatah beras miskin (Raskin) di Surabaya menurun, memunculkan kecurigaan dikalangan legislator Surabaya akan adanya upaya pengkebirian.

Penurunan jumlah yang ada dalam data tersebut, diduga itu bukan lantaran warga Surabaya meningkat kesejahteraannya, tapi hanya sebagai untuk menaikan citra jika Jatim telah berhasil menjalankan program pengentasan kemiskinan.

Jika memang hal itu yang terjadi tentunya justru tidak membanggakan. Bahkan saat pembagian Raskin, banyak warga yang protes karena mereka benar-benar miskin namun tidak mendapatkan jatah Raskin tersebut.

Anggota Komisi A DPRD Surabaya Alfan Khusaeri menegaskan, penurunan jumlah warga miskin itu disinyalir sebagai upaya Pemprov Jatim untuk membuktikan keberhasilan penanganan warga miskin. Hal itu dianggap Alfan sebagai upaya sistematis Pemprov Jatim.

“Nyatanya di lapangan masih banyak warga yang miskin dan itu benar-benar belum bisa dipastikan penurunan jumlahnya,” jelas Alfan.

Alfan memberikan klausul upaya sistematis itu adalah dengan adanya kewenangan Pemprov Jatim yang mengurangi parameter survey dan kewenangan menetapkan penerima jatah Raskin. “Yang jelas, jumlah penerima Raskin itu jadi salah satu parameter penanganan masyarakat

miskin. Artinya, semakin turun jumlah penerima Raskin berarti semakin sedikit masyarakat miskinnya. Dan yang jadi penentu siapa saja yang berhak menerima Raskin adalah Pemprov Jatim,” kata Alfan.

 

Oleh:Windhi A-editor:YL.antama.putra

 

Komentar

Belum ada yang memberikan komentar.

Kirim Komentar

Untuk kirim komentar silahkan Login atau Register

NEWSLETTER
Get our free Centro One newsletter and stay in touch with the latest news and updates from your email inbox!
POLLING