Sabtu, 01 Nov 2014 - 00.41 WIB
Follow : Like : RSS : Mobile :
Latest News

Foto Jokowi-Obama-Foke-Hitler Dipermasalahkan

Kamis, 19 Jul 2012 - 16.00 WIB

Mirippilkada

Mirip Foke dan Jokowi.

Jakarta - Beredarnya foto Jokowi mirip Obama dan Foke mirip Hitler dipermasalahkan. Foto ini menjadi salah satu bukti kampanye hitam di Pilkada DKI Jakarta yang dilaporkan ke SPK Polda Metro Jaya, Jakarta pada Kamis (19/7/2012).

Koordinator Tim Advokasi Habiburokhman mengatakan laporan adanya dugaan tindak pidana black campaign tersebut bukan bertujuan ingin menyudutkan pasangan Foke-Nara, tetapi untuk semua kandidat yang diduga menyebar foto Jokowi yang disandingkan dengan foto Obama dan Hitler.

"Kami melaporkan tindak pidana terkait adanya kampanye hitam dalam Pilkada DKI ini, memang dibilang merugikan pasangan Jokowi. Tapi, ada juga kampanye hitam yang merugikan pasangan Foke. Kami di sini tidak melaporkan Foke, akan tetapi delik pidana yang ada seperti kabar bohong soal identitas, latar belakang aktifitas Jokowi, pelanggaran etnis terhadap pasangan Jokowi dan lainnya," ucap Habiburokhman di Mapolda Metro Jaya.

Ia menjelaskan, ada tiga bukti yang dijadikan dasar pengajuan laporan kepada polisi. Menurutnya, hal ini supaya polisi bisa segera menindaklanjuti secara hukum.

"Kita jadikan bukti itu print out seperti soal pesan yang beredar tentang izin pesantren, identitas Jokowi/ras, foto Foke seperti Hitler. Nah, ini kita lapor ke polisi bukan ke Panwas supaya polisi cepat menangkap pelakunya karena ini kabar bohong, kan kemarin seperti Sukhoi itu bisa ditangkap," terangnya.

Menurut Habiburokhman bahwa hal seperti itu sudah keterlaluan dan tidak boleh dilakukan. Sebab Hitler seorang tokoh diktator Jerman, sedang Foke kan meskipun tidak sukses tapi tidak seperti Hitler. Dan, lanjut Habib, pihaknya meyakini perbuatan itu bukan dilakukan oleh tim pasangan Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli.

"Kami yakin ini pelakunya bukan dari pendukung Foke-Nara, tetapi orang yang tidak senang dan khawatir terhadap reformasi DKI. Tapi kalau polisi bergerak itu pasti bisa tertangkap pelakunya," tegasnya.

Memang, tim advokasi tidak melakukan kordinasi dengan pihak Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli, hal ini dilakukan bukan untuk kekhawatiran terkait perolehan suara untuk Jokowi, melainkan sebagai kesadaran semata.

"Kami mempunyai kewajiban sebagai warga negara untuk ditindaklanjuti. Selain itu, tentu kami konfiden tentang dampak SARA, kan masyarakat itu melihat apa yang dikerjakan oleh Jokowi. Kami tidak khawatir dengan suara Jokowi tapi khawatir ada perpecahan konflik antara warga Jakarta sendiri, jadi ini bentuk aware kita," paparnya.

Salah satu kampanye gelap yang beredar via BBM:
Sorry BM, cuma neruskan aja! INFO PENTING...! Jokowi berkata "Dia akan mempersempit ruang untuk perizinan mendirikan Pesantren tapi akan memperluas perizinan untuk mendirikan Gereja" (ini janji dia kalo menang dalam satu putaran 2) Ingat.! Umat Islam jgn tertipu dgn nama di dpn Jokowi "H", H nya itu Handoko bukan Haji, & dia Mualaf sblm pencalonan.

Reporter: Mahardhikka - Editor: Ana Shofiana S

Komentar

Belum ada yang memberikan komentar.

Kirim Komentar

Untuk kirim komentar silahkan Login atau Register

NEWSLETTER
Get our free Centro One newsletter and stay in touch with the latest news and updates from your email inbox!
POLLING