Rabu, 01 Okt 2014 - 23.15 WIB
Follow : Like : RSS : Mobile :
Latest News

Pemerintah Pertimbangkan Bantu IMF

Selasa, 10 Jul 2012 - 22.24 WIB

menkeu agus20

Menkeu Agus Martowardojo.

Jakarta - Menkeu Agus Martowardojo mengatakan pemerintah masih mempertimbangkan dan akan membahas pemberian bantuan kepada International Monetary Fund (IMF) sebagai komitmen untuk memperkuat permodalan lembaga tersebut.

"Inisiatif untuk memberikan pinjaman kepada IMF hingga saat ini masih dalam pembahasan," kata Agus di Jakarta, Selasa (10/7/2012).

Dijelaskannya, saat ini dunia tengah dilanda krisis ekonomi dan dampaknya sangat berpengaruh kepada setiap negara, baik itu negara maju, berkembang, serta negara yang ekonominya lemah.

"Atas dasar ini, sebagai anggota negara-negara G-20, Indonesia tentunya memiliki semacam tanggung jawab untuk tetap menjaga kondisi perekonomian dunia agar terlepas dari krisis," tuturnya.

Menurutnya, bantuan ke IMF ini juga sebagai upaya mengantisipasi krisis agar tidak membahayakan perekonomian dunia. Hal itu mejadi dasar pemerintah ingin berpartisipasi dengan memberikan bantuan kepada IMF.

"Selain itu kita juga pernah dibantu oleh IMF jadi kita akan mempertimbangkan hal itu," ujarnya.

Agus menambahkan, pemerintah juga akan membahas masalah ini dengan Bank Indonesia (BI). Sebab jika bantuan itu dilaksanakan, tentu akan menggunakan cadangan devisa yang ada di BI.

Sebelumnya, Managing Director IMF Christine Lagarde telah melakukan pertemuan dengan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden RI Boediono. Dalam pertemuan tersebut IMF sempat memuji perekonomian Indonesia.

Menurut Lagarde, Indonesia memiliki pertumbuhan ekonomi yang positif saat ini, dengan angka-angka indikator makro ekonomi yang kuat, baik dalam inflasi maupun fiskal defisit yang rendah dan terkendali.

Karena alasan ekonomi Indonesia yang kuat, IMF ingin memastikan Pemerintah Indonesia untuk membantu IMF karena sebelumnya Indonesia berencana memberikan bantuan sebesar 1 miliar dolar AS atau Rp 9,4 triliun kepada IMF.

Lembaga keuangan tersebut saat ini memerlukan dana sekitar 430 miliar dolar AS untuk mengantisipasi perekonomian dunia yang masih bergejolak. (ant/ana)

Komentar

Belum ada yang memberikan komentar.

Kirim Komentar

Untuk kirim komentar silahkan Login atau Register

NEWSLETTER
Get our free Centro One newsletter and stay in touch with the latest news and updates from your email inbox!
POLLING