Jumat, 19 Des 2014 - 19.06 WIB
Follow : Like : RSS : Mobile :
Latest News

Awas, Ijazah Palsu Berseliweran!

Kamis, 21 Jun 2012 - 09.41 WIB

ijazah palsu 10

Ijazah palsu yang diterbitkan Sucipto. Foto: Centroone.com/Suryanto

Surabaya - Masih soal praktek pemalsuan ijazah dan akta 4 yang berhasil dibongkar oleh Subdit I Ekonomi Ditreskrimsus Polda Jatim beberapa waktu lalu. Dengan temuan tersebut, rupanya tak juga membuat Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jatim yang notabene bertanggungjawab atas kualitas guru, melakukan tindakan.

Padahal dari seorang sumber di lingkungan Mapolda Jatim menyebut hampir 50% pengguna jasa pembuatan akta 4 palsu mantan dosen Unitomo, Drs Sucipto MM bin Amin (48), warga Jalan Hasunudin Malang, Jawa Timur, itu berprofesi sebagai guru dan pegawai negeri sipil.

"Saat ini kami masih belum melakukan inventarisasi dan mendata siapa-siapa dari guru yang diduga menggunakan ijazah palsu itu. Sebab kami tak ingin gegabah bertindak. Karena belum tentu mereka (para guru, red) bersertifikasi palsu," tutur Kepala LPMP Jatim, Salamun saat dikonfirmasi.

Meski demikian, pihaknya akan melakukan pemberian sanksi terhadap guru yang kedapatan memiliki ijazah palsu ataupun akta 4 palsu itu sesuai Peraturan Pemerintah (PP) No. 74/2008 pasal 63.

"Sanksinya bisa pencabutan TPP (Tunjangan Profesi Pendidik, red), pencabutan akta IV sampai ke pemecatan atau pencabutan profesi," tegasnya.

Menurut Salamun, sanksi tersebut adalah harga mati. Sebab guru pengguna ijazah atau akta 4 palsu adalah guru-guru yang tidak berkualitas dan kompetensinya sebagai tenaga pendidik diragukan kredibilitasnya.

"Yang jadi korban kebohongan sudah pasti siswanya. Kami akan turunkan tim untuk menelusuri sejauh mana penggunaan ijazah aspal itu," ingat Salamun.

Bahkan, tim yang nantinya akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan di setiap kab/kota di Jatim itu juga bekerjasama dengan Polda Jatim. Ini dilakukan, untuk bisa membuktikan fakta dan pemberian sanksi sesuai aturan yang berlaku.

Ia juga mengingatkan, masalah ijazah dalam dunia pendidikan adalah sesuatu yang harus diteliti lebih selektif tentang keabsahannya.

Ijazah, lanjut Salamun, merupakan kelengkapan administratif yang secara identitas menjadi pertanggungjawaban secara pribadi maupun kehormatan.

"Sekarang tidak seperti dulu. Untuk jadi guru tidak bisa asal-asalan. Harus melalui uji kompetensi," tandasnya.

Sebelumnya, Subdit I Ekonomi Ditreskrimsus Polda Jatim berhasil menangkap Sucipto selaku pemalsu ijazah sejak tahun 2008. Dimana ijazah palsu itu dihargai Rp 12 juta untuk S1 plus akta 4, Rp 30 juta untuk S2 dan Rp 70 juta untuk S3.

Sedang barang bukti yang disita petugas berupa seperangkat wisuda seperti toga plus baju wisudawan, 428 lembar ijasah palsu S3 ekonomi Unmer Malang , 439 lembar ijasah palsu S3 Unmer Malang berserta stempel, 323 lembar ijasah palsu S2 Unitomo Surabaya berserta stempel.

Serta seperangkat komputer dan uang sebesar Rp 500 ribu serta alat lain yang mendukung untuk pembuatan ijasah palsu.

Sementara pelaku sendiri dijerat pasal 67 ayat (1) Undang undang RI No 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas dengan pidana penjara 10 tahun dan denda Rp 1 miliar.

Selain pasal itu, pelaku juga dijerat pasal 68 ayat (1) Undang Undang RI nomor 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas dengan ancaman pidana penjara 5 tahun denda Rp 500 juta.

 

Oleh: Rakhman Khariry - Editor: Masruroh

Komentar

Belum ada yang memberikan komentar.

Kirim Komentar

Untuk kirim komentar silahkan Login atau Register

NEWSLETTER
Get our free Centro One newsletter and stay in touch with the latest news and updates from your email inbox!
POLLING