all_header_1
Sabtu, 29 Nov 2014 - 03.20 WIB
Follow : Like : RSS : Mobile :
Latest News

Kurtubi: UU Migas 'Lumpuhkan' Pemerintah

Rabu, 06 Jun 2012 - 14.57 WIB

Kurtubi

Kurtubi.

Jakarta - Pengamat ekonomi Kurtubi menegaskan bahwa UU Migas saat ini merugikan negara. UU tersebut dianggap telah menghilangkan kedaulatan negara atas sumber daya migas di Indonesia.

"UU Migas ini merugikan negara secara finansial, membedah struktur minyak nasional," kata Kurtubi dalam sidang uji materi UU Migas di Gedung MK Jakarta, Rabu (6/6/2012).

Ketentuan ini dijelaskan Kurtubi diatur dalam Pasal 1 angka 23, tentang BP Migas yang dibentuk Pasal 4 ayat 3, Pemerintah sebagai pemegang pertambangan.

Ketentuan dalam UU Migas tersebut menunjukkan bahwa yang menandatangani kerjasama dengan kontraktor minyak yaitu Pemerintah (BP Migas).

"Pola ini sama dengan pola penanganan migas pada zaman kolonial yang didasarkan UU Pertambangan 1899, Pemerintah menjadi sejajar dengan kontraktor," papar Kurtubi.

Karena Pemerintah sejajar dengan investor, maka Pemerintah tidak bisa mengeksekusi regulasi/UU tanpa persetujuan kontraktor, meski UU atau regulasi itu untuk kepentingan bangsa dan negara.

"Konkretnya pemerintah tidak berdaya karena ikut berkontrak," cetusnya.

Pola hubungan dengan investor dengan pola B2B, terang Kurtubi, menyebabkan pemerintah tidak bisa mengeksekusi kebijakan atas pengelolaan kekayaan migas bila kontraktornya tidak setuju.

Untuk kelembagaan yang diciptakan oleh UU Migas, itu akan berdampak pada tidak efisiennya pengelolaan migas nasional, hilangnya kedaulatan negara atas sumber migas, tidak bisanya migas nasional dijual oleh negara secara langsung, dan tidak bisanya dioperasikan lapangan-lapangan minyak yang sudah selesai kontrak tidak bisa dioperasikan oleh BP Migas.

"Jadi keberadaan BP Migas sangat-sangat merugikan negara,juga didesain tanpa komisaris, sehinga cost recovery tidak efisien. Solusinya bubarkan BP Migas demi bangsa dan negara," imbuhnya.

Reporter: Mahardhikka - Editor: Ana Shofiana S

Komentar

Belum ada yang memberikan komentar.

Kirim Komentar

Untuk kirim komentar silahkan Login atau Register

NEWSLETTER
Get our free Centro One newsletter and stay in touch with the latest news and updates from your email inbox!
POLLING