all_header_1
Jumat, 18 Apr 2014 - 10.15 WIB
Follow : Like : RSS : Mobile :
Latest News

LSM Tuntut Penyelamatan Hutan Mangrove

Jumat, 11 Mei 2012 - 21.55 WIB

mangrove 4

Ist

Surabaya - Kawasan Ekowisata Mangrove di Wonorejo, Rungkut, sudah mulai dikenal luas. Bahkan wisatawan mancanegara sudah mengenalnya dan mulai berdatangan mengunjungi destinasi wisata ini. Namun seiring dengan banyaknya kunjungan itu, justru sangat dikhawatirkan sejumlah LSM yang peduli lingkungan.

Seperti yang disampaikan Koordinator Komunitas Nol Sampah Surabaya Wawan Some. Menurut dia, seiring dengan adanya perubahan konsep ekowisata yang menjadi wisata alam, karena wisatawan lebih banyak ingin menikmati pemandangan alamnya, justru menjadi ancaman. Selain itu, tak ada batasan jumlah pengunjung di tempat itu.

“Untuk konsep ekowisata sudah jelas ada pembatasan pengunjung karena khawatir mengganggu ekosistem yang ada. Tapi dengan adanya perubahan konsep itulah yang justru mengancam hutan mangrove dan ekosistem yang ada di alam itu,” papar Wawan Some.

Akibat tak ada pembatasan pengunjung, kawasan itu rusak dan kumuh. Sampah dibuang sembarangan. Yang jelas, banyaknya pengunjung, membuat ketenangan satwa seperti burung, terganggu. Padahal, spesies burung khusus mangrove di Surabaya ini yang paling banyak. Ada 170 spesies burung, tapi kini tinggal sekitar 70 hingga 80 spesies saja.

“Hasil penelitian pemerhati burung menggambarkan kalau banyaknya kunjungan justru merusak habitat di sana. Kawasan itu jadi tempat burung migran mampir, penggunaan pengeras suara membuat burung migran enggan mampir,” tambah Wawan Some.

Wawan Some bersama LSM lainnya meminta agar Dinas Pertanian Surabaya membuat kebijakan yang berpihak pada kelangsungan hidup hutan konservasi mangrove. Seperti menetapkan Pamurbaya ditetapkan sebagai kawasan konservasi yang dilindungi peraturan perundang-undangan sehingga bisa menjadi landasan hukum untuk menyelamatkan dan melestarikan hutan mangrove di Pamurbaya.

Sementara Kepala Dinas Pertanian Surabaya Samsul Arifin mengatakan pihaknya belum mengetahui adanya jumlah spesies burung yang berkurang, sebab hingga kini pihaknya belum mendapat laporan soal itu.

“Dari awal konsepnya memang wisata alam, bukan ekowisata. Hanya masyarakat yang terbiasa menyebutkan itu,” ujar Samsul.

 

Oleh: Windhi Ariesman - Editor: Vivi Irmawati

Komentar

Belum ada yang memberikan komentar.

Kirim Komentar

Untuk kirim komentar silahkan Login atau Register

NEWSLETTER
Get our free Centro One newsletter and stay in touch with the latest news and updates from your email inbox!
POLLING