Sabtu, 01 Nov 2014 - 18.41 WIB
Follow : Like : RSS : Mobile :
Latest News

Foto “Narsis” Tentara AS Kembali Timbulkan Masalah

Kamis, 19 Apr 2012 - 19.10 WIB

SpringAttack Afghanistan2

Asap mengepul dari lokasi serangan dekat parlemen Afghanistan di Kabul, Minggu (15/4) akibat serangan Taliban Afghanistan dalam "musim semi serangan" pada hari Minggu kemarin FOTO ANTARA/REUTERS/Pajhwok News Agency/Handout/djo/12

Washington – Masih segar di ingatan terkait foto-foto tentara AS yang mengencingi jenazah gerilyawna Taliban, serta foto tentara AS yang berpose bersama bendera Nazi dan daun ganja, pertengahan pekan ini masalah serupa kembali terjadi. Foto-foto yang menunjukkan tentara AS tengah berpose bersama mayat-mayat hancur yang diduga penyerang bom bunuh diri Taliban di Afghanistan beredar ke publik melalui salah satu koran terkenal di Los Angeles, Los Angeles Times.

Foto-foto meresahkan itu, yang muncul di situs Los Angeles Times, menunjukkan pasukan sedang berpose di satu gambar bersama satu tangan yang putus dan di gambar lain bersama kaki-kaki yang terpisah dari tubuh. The Times melaporkan, gambar-gambar itu diambil pada lebih dari satu peristiwa selama 2010.

Foto-foto tersebut telah mendapatkan kecaman dari banyak pihak di dunia. Juru bicara Gedung Putih Jay Carney mengatakan, Gedung Putih juga "sangat kecewa" atas keputusan Los Angeles Times menerbitkan foto-foto itu. Carney menambahkan, foto-foto itu "tidak mewakili standar" yang diharapkan dari militer AS. Pernyataan serupa juga diungkapkan oleh Menteri Pertahanan AS Leon Panetta dan panglima pasukan NATO di Afghanistan Jendral John Allen.

Sementara itu Pemimpin NATO Anders Fogh Rasmussen mengatakan, gambar itu tidak mewakili nilai-nilai dari misi aliansi militer tersebut. "Peristiwa-peristiwa ini tampaknya berlangsung dua tahun lalu dan saya menganggapnya sebagai kejadian tersendiri," katanya di Brussel selama pertemuan NATO.

Insiden itu merupakan yang terakhir dari serangkaian skandal yang membuat tegang hubungan antara AS dan Afghanistan. Selain masalah foto, Sebelumnya insiden pembakaran Al-Quran oleh prajurit-prajurit AS pada pertengahan Februari, yang mengakibatkan protes-protes mematikan anti-AS dan mungkin mendorong gelombang serangan aparat Afghanistan terhadap prajurit NATO.

Yang paling tragis terjadi pada bulan Maret lalu ketika seorang prajurit AS memberondongkan tembakan secara membabi-buta di dua desa Afghanistan, menewaskan 17 orang yang sebagian besar wanita dan anak-anak, dalam insiden yang diyakini sebagai kejahatan perang paling mematikan oleh seorang prajurit NATO dalam konflik yang telah berlangsung selama lebih dari satu dasawarsa.

 

Oleh:YL.antama.putra (ANT)

Komentar

dyan noormansyah

03 Jan 2013 - 09:21 (2 years ago)

dyan noormansyah/32/wiraswasta/bandung/weezer/paraaaaah

Kirim Komentar

Untuk kirim komentar silahkan Login atau Register

NEWSLETTER
Get our free Centro One newsletter and stay in touch with the latest news and updates from your email inbox!
POLLING