Rabu, 30 Jul 2014 - 22.08 WIB
Follow : Like : RSS : Mobile :
Latest News

TKI Perawat ke Jepang, Bergaji Rp 17-30 Juta

Rabu, 11 Apr 2012 - 13.05 WIB

TKI Jepang dhikka

Jakarta - Profesi yang satu ini patut menjadi pilihan. Selain bisa ke luar negeri, gajinya pun cukup menggiurkan. Untuk menjadi TKI perawat di Jepang harus menjalani Diklat Bahasa Jepang dan kontrak kerja 3 tahun. Kisaran gajinya Rp 17-20 juta. Bahkan jika berlanjut bisa bertambah menjadi Rp 25-30 juta.

Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Jumhur Hidayat pada Rabu (11/4/2012) menutup Diklat Bahasa Jepang Tahun 2011-2012 untuk 200 calon TKI Nurse (perawat rumah sakit) dan carewoker (pengasuh orang tua usia lanjut) yang akan bekerja di Jepang melalui program kerjasama antar pemerintah Indonesia dan Jepang.

"TKI Indonesia rata-rata lulus sebanyak 50 persen dalam ujian bahasa Jepang. Indonesia unggul dari TKI Filipina, bahkan orang Jepang sendiri," ucap Jumhur dengan nada bangga.

Acara digelar di Gedung Graha HB Yasin P4TK Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta. Turut hadir pejabat Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia dan Japan International Corporation for Welfare Services (JIC Wels) yaitu lembaga bentukan pemerintah Jepang yang membawahi program G to G penempatan TKI perawat.

Menurut Direktur Pelayanan Penempatan Pemerintah BNP2TKI Haposan Saragih, Dilat Bahasa Jepang ini dilakukan selama 6 bulan di Indonesia dan diikuti 200 calon TKI. Mereka akan menjalani Diklat Lanjutan Bahasa Jepang selama 6 bulan di Jepang sebelum ditempatkan bekerja pada berbagai rumah sakit maupun panti jompo.

"Dari 200 calon TKI peserta itu terdapat 105 orang yang terdiri dari 29 TKI nurse dan 76 TKI carewoker yang sudah dinyatakan sesuai harapan pihak user (pengguna) untuk diberangkatkan ke Jepang pada Mei mendatang. Gajinya Rp 17-20 juta. Bahkan bagi TKI yang lulus ujian nasional mendapatkan kesempatan memperpanjang kontrak kerja sesuai kesepakatan bersama dengan perusahaan tempatnya bekerja dengan kisaran gaji Rp 25-30 juta," tutur Haposan.

Reporter: Mahardhikka - Editor: Shinta Sinaga

Komentar

Belum ada yang memberikan komentar.

Kirim Komentar

Untuk kirim komentar silahkan Login atau Register

NEWSLETTER
Get our free Centro One newsletter and stay in touch with the latest news and updates from your email inbox!
POLLING