all_header_1
Sabtu, 19 Apr 2014 - 18.59 WIB
Follow : Like : RSS : Mobile :
Latest News

Semua Tentang Tomcat

Kamis, 22 Mar 2012 - 16.08 WIB

MAP TOMCAT

Peta penyebaran wabah Tomcat di Surabaya. Foto: CentroOne.com

Penyebaran Tomcat


Surabaya- Tomcat benar-benar menjadi ‘musuh’warga Surabaya saat ini. Bagaimana tidak serangan serangga Tomcat begitu cepat menyebar di Surbaya ini.

Saat ini dari 56 Puskesmas yang tersebar di seluruh kota Surabaya,13 Puskesmas diantaranya telah merawat korban serangan Tomcat atau kumbang Ruve. Total korban yang ada di 13 Puskesmas tersebut ada 103 warga. Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya Esty Martiana Rachmie, korban serangan Tomcat itu tidak sampai menjalani rawat inap, tapi hanya rawat jalan.

“13 Puskesmas yang merawat warga itu ada di Puskesmas Keputih, Kenjeran, Mulyorejo, Pakis, Mendokan Ayu, Pacar Keling, Sidotopo, Rangkah, Sawahan, Wiyung, Kebonsari, Benowo dan Putat. Semua korban sudah ditangani dengan baik,” aku Esty kepada CentroOne.com.

Saat ini, Dinas Kesehatan hanya bisa melakukan penyuluhan ke masyarakat tentang cara penanganan pertama jika terkena serangan Tomcat. Dikhawatirkan, dalam melakukan tindakan pertolongan pertama, warga tak memahaminya.

“Petugas di Puskesmas juga akan menanyakan kepada warga yang berobat, apakah terkena Tomcat di rumahnya. Dan jika memang seperti itu, maka dianjurkan juga untuk melaporkannya ke Dinas Pertanian. Untuk obatnya, warga bisa mengantisipasinya dengan obat anti infeksi dan alergi,” terang Esty.

Pertolongan pertama bila terkena Tomcat


Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jatim menyatakan serangan kumbang Tomcat bukan hal baru bagi warga Jatim. Pasalnya, sejak tahun 2004, serangan tomcat terjadi di kabupaten Tulungagung. Bahkan, pemerintah setempat menyatakannya sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) ketika itu.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur, dr Budi Rahayu menyebut serangga dari 622 spesies itu ada di lebih dari 20 ribu titik di seluruh dunia.

"Spesies ini pernah dilaporkan menimbulkan wabah dermatitis di Australia, Malaysia, Srilangka, Nigeria, Kenya, Iran, Afrika Tengah, Uganda, Argentina, Brazil, Perancis, Venezuela, Ecuador dan India," terang dia, Rabu (21/03).

Rahayu menjelaskan, bila kulit yang terkena cairan dari si Tomcat, dalam waktu singkat kulit akan terasa panas. Bahkan setelah 24 hingga 48 jam, akan muncul gelembung pada kulit dan berwarna merah (erythemato-bullous lession) yang menyerupai lesi seperti akibat terkena air panas atau luka bakar.

"Bagi penderita atau orang yang terkena racun serangga Tomcat, jika datang ke layanan kesehatan terdekat, akan diobati dengan tata laksana sebagaimana pengobatan dermatitis contact irritant, seperti dexametazon cream," jelasnya sembari menegaskan jangan sekali-kali memencet binatang berukuran 1 cm itu.

"Masukkan saja ke plastik dengan hati-hati, terus buang ke tempat yang aman," ingatnya.

Bila terlanjur kena, untuk pertolongan pertama basuh areal kulit yang kena dengan air mengalir dan bilas dengan sabun. Setelah itu, kompres kulit dengan cairan antiseptik dingin, seperti kalium permanganat.

"Bila sudah timbul seperti luka bakar, atau lesi sudah pecah, dapat diberi krim antibiotik dengan kombinasi steroid ringan. Jangan digaruk atau ditaburi bedak agar tidak terjadi infeksi sekunder. Beri antihistamin dan analgesik oral untuk simptomatis," pungkasnya.

Sekedar diketahui, dari catatan Dinkes Jatim serangan Tomcat di Surabaya adalah yang ketiga kalinya. Serangan sebelumnya terjadi pada 2009 dan 2010, dengan total korban sekitar 20 orang.

Lokasinya juga hampir sama seperti yang terjadi tahun ini, yakni di kawasan pesisir yang banyak ditumbuhi semak belukar dan pertambakan, tepatnya di Kecamatan Kenjeran.

Namun demikian, untuk serangan Tomcat di Surabaya dan beberapa daerah di Jatim lainnya saat ini, Dinkes Jatim belum mengarahkan pembahasan pada penetapan KLB, karena tim masih melakukan identifikasi dan mencari angka penderita di lapangan.  

Cara Efektif membasmi dan mencegah Tomcat  


Di beberapa tempat yang sudah disibukkan dengan Tomcat, disarankan untuk mengurangi pencahayaan rumah saat petang sampai malam hari.

Selain itu, dianjurkan tidak menjemur pakaian dan sebagainya yang biasa kita gunakan atau bersentuhan dengan kulit. Sebab Tomcat ini tak perlu menggigit manusia, hanya dengan cairannya saja, sudah bisa melukai kulit kita. Karena itu, jika menjemur pakaian malam hari di daerah yang terserang Tomcat, akan sangat berbahaya.

“Sebaiknya tak menjemur pakaian di luar rumah. Kalau petang dan malam, kurangi cahaya lampu dan tutup pintu rumah. Cairan Tomcat yang melekat pada pakaian yang dijemur saja bisa melukai kita. Apalagi jika ada Tomcat di lantai, jangan berusaha mematikannya dengan tangan, tapi gunakan alat. Selain itu, lantai bekas Tomcat, sebaiknya dibersihkan dengan air jangan sampai cairan itu tersentuh kulit kita,” saran Kepala Dinas Pertanian Surabaya Samsul Arifin, Selasa (20/03).

Menurut Samsul, rata-rata serangan Tomcat ini di kawasan pesisir dan daerah yang sudah kehilangan area persawahan. Saat ini, lanjut dia, Tomcat sudah menyerang berbagai kawasan di Surabaya mulai dari kawasan Medokan Ayu, Perumahan Elit di Rungkut, Penjaringan Sari, Rungkut Harapan, Semampir, Kenjeran, Gunung Sari, Tegal Sari, Wonorejo, Dupak Bandarejo, Kedungdoro, dan Dukuh Pakis.

Untuk semakin melengkapi informasi anda tentang serangga Tomcat ini ada beberapa fakta tentang Tomcat yang harus anda ketahui.  

Fakta Dibalik Tomcat 


Berdasarkan keterangan dari Dr. Mike Leahy dari National Geographic mengatakan bahwa serangga ini sebenarnya tidak berbahaya bagi manusia, makanan utama serangga ini adalah serangga lain, berupa kepik, kutu tanaman, dan serangga-serangga kecil lainnya. Faktanya, hewan ini tidak mengigit dan mengeluarkan bisa / racun seperti yang diberitakan, apalagi menyengat, karena hewan ini merupakan hewan pemburu. Racun yang selama ini diberitakan adalah berasal dari darahnya / plasma yang hanya akan keluar jika serangga ini dilumat (dibunuh), juga sekresinya.

Ada 6 fakta lain yang harus anda ketahui tentang Tomcat supaya anda tidak panic menyikapi serangga ini.

1. Jika anda mendpat info tentang anti racun Tomcat adalah Acyclovir, maka hal tersebut tidak benar. Apabila memakai acyclovir,bisa jadi malah merusak dan meracuni DNA anda sendiri. Belum lagi, bisa berbahaya bagi ibu hamil dan ibu menyusui.

2. Racun Tomcat tidak menyebabkan Herpes. Hanya saja, memiliki gejala yang sama dengan herpes.

3. Racun tomcat bersifat asam. Jadi pertolongan pertama jika terkena racun tomcat adalah sifat basa. Air sabun adalah yang paling mudah. Apabila anda tersentuh Tomcat saat sedang ditempat yang tak ada air sabun, gunakan air liur anda. Karena air liur bersifat basa. Kemudian segera bawa ke dokter.

4. Efek bintik-bintik tomcat muncul antara 24-36 jam. Efek paling pertama muncul adalah kulit memerah dan terasa panas. Pada saat anda merasakan itu, gunakan air liur atau air sabun tersebut.

5. Tomcat tidak akan terlalu berbahaya apabila kontaknya tak langsung, contoh: ia mengeluarkan cairan di handuk anda, dan anda memakainya. Maka anda akan terkena toksin tersebut. Namun tak separah kontak langsung. Jadi tetap tenang, jangan panik, gunakan first aid diatas dan segera ke dokter.

6. Tomcat tak bisa terbang. Seringkali kita membaca diinternet bahwa Tomcat memiliki sayap transparan yang keras dan bisa terbang. Sebetulnya tidak. Selain itu, gunakan air panas untuk membunuh Tomcat saat dikamar mandi dengan cara disiram.  

Oleh: Team CentroOne.com-Editor: Vivi Irmawati

 

 

Komentar

Belum ada yang memberikan komentar.

Kirim Komentar

Untuk kirim komentar silahkan Login atau Register

NEWSLETTER
Get our free Centro One newsletter and stay in touch with the latest news and updates from your email inbox!
POLLING