BLT Muncul Lagi, Ambil Jatah Pendidikan
Rabu, 22 Peb 2012 - 20.55 WIB
Seorang lansia menerima BLT berupa uang tunai Rp 300 ribu. Foto: Antara
Jakarta - Harga BBM mau tidak mau bakal naik. Bantuan langsung tunai (BLT) yang dihentikan sejak Presiden SBY menjadi presiden keduakalinya, bakal muncul lagi. Naga-naganya akan mengambil jatah anggaran pendidikan.
"Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah subsidi diambil dari anggaran pendidikan. Misalnya, ada komponen bantuan kepada masyarakat miskin dari aspek pendidikan yang diambil dari anggaran pendidikan, baik yang diambil dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan atau Kementerian Agama," kata SBY.
Hal ini disampaikan SBY saat membuka rapat paripurna kabinet di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (22/2/2012). SBY menyatakan masyarakat yang terdampak kenaikan BBM serta inflasi yang lain, utamanya masyarakat yang miskin, mesti diberikan bantuan langsung.
"Itu sangat penting, agar rakyat merasakan langsung, meskipun ada kenaikan BBM, ada inflasi dalam batas tertentu, tetapi mendapatkan bantuan riil yang bisa mengatasi permasalahan akibat kenaikan BBM," ujar SBY.
SBY berharap subsidi dari program tanggung jawab sosial atau corporate social responsibility (CSR) BUMN digalakkan.
"Saya dengar jumlahnya cukup besar, ada yang menyebut sampai Rp 5 triliun. Khusus untuk tahun ini, menghadapi krisis harga minyak dunia dengan segala implikasinya, tolong arahkan dan upayakan CSR itu untuk membantu rakyat kita, utamanya rakyat miskin, dengan prioritas bidang pangan dan hal-hal yang berkaitan dengan itu," harap SBY.
Sumber: presidensby.info - Oleh: Shinta Sinaga