Nunun Menderita Lemah Jantung
Rabu, 22 Peb 2012 - 20.56 WIB
Nunun Nurbaetie. FOTO: Antara
Jakarta - Tersangka kasus cek pelawat Nunun Nurbaetie sempat dilarikan ke Rumah Sakit jantung Harapan Kita, Jakarta, pada Selasa (21/2/2012) pagi. Istri mantan Wakapolda Adang Darajatun itu terpaksa diperiksa kesehatannya lantaran mengalami penyakit lemah jantung.
Juru Bicara KPK Johan Budi mengatakan, Nunun dilarikan ke RS untuk menjalani pemeriksaan terkait kesehatannya. Dan pada hari yang sama dia dikembalikan ke Rutan Pondok Bambu usai menjalani pemeriksaan jantung.
"Setelah dilakukan pemeriksaan, kalau nggak salah sorenya dikembalikan lagi ke Rutan Pondok Bambu," kata Johan di kantornya, Jakarta, Rabu (22/2/2012).
KPK, kata Johan, mengetahui penyakit yang diderita tersangka kasus cek pelawat itu dari dokter di rutan. Nunun dikatakannya sempat mengeluhkan sakit pada bagian dadanya kepada dokter.
"Malam sebelum dia dilarikan ke rumah sakit, kami di KPK mendapat konfirmasi pihak Rutan Pondok Bambu yang berkaitan dengan Ibu Nunun yang mengeluh sakit pada bagian jantung karena itu kita merujuk ke rumah sakit," jelas Johan.
Kuasa hukum Nunun, Ina Rachman, juga menceritakan hal senada. Menurutnya, usai menjalani pemeriksaan kesehatan, Nunun langsung kembali ke rutan. Seharusnya, kata dia, Nunun dirawat di RS, bukan dikembalikan ke rutan.
"Selesai pemeriksaan di RS Harapan kita, ibu kembali naik mobil KPK didampingi dua petugas KPK kembali ke rutan," ungkapnya.
Hal tersebut pun sekaligus mengklarifikasi rumor yang beredar jika pemeriksaan Nunun, tanpa pengawalan penyidik KPK. Ina dengan keras membantah hal tersebut.
"Berdasarkan pemberitaan yang beredar bahwa pemeriksaan Ibu Nunun di RS Harapan Kita tanpa pengawalan dari KPK itu adalah tidak benar. Mengingat faktanya Ibu dapat izin berobat telah sesuai prosedur yang berlaku termasuk dalam hal pengawalan dari rutan ke RS Harapan Kita," jelas Ina.
Saat dibawa ke RS, Nunun diangkut mobil Panther plat merah B 1214 yang merupakan mobil dinas KPK. Di dalam mobil tersebut Nunun dikawal 2 petugas KPK, yakni Robby berpakaian preman dan 1 anggota brimob berseragam.
Reporter: Rangga Tranggana - Editor: Ana Shofiana S