Sabtu, 19 Mei 2012 - 03.07 WIB
Follow : Like : RSS : Mobile :
Latest News

KPK Borong 3 Mobil Tahanan Big Size

Kamis, 23 Peb 2012 - 09.06 WIB

johanbudi15

Johan Budi. FOTO: Antara

Jakarta - Setelah membangun rutan di basement Gedung KPK, lembaga yang dipimpin Abraham Samad ini juga memborong 3 mobil tahanan berukuran besar. Mobil Isuzu Elf dibeli guna memperlancar proses antar jemput tersangka atau terdakwa dari rumah tahanan menuju tempat pemeriksaan di kantor KPK atau Pengadilan Tipikor.

"Demi kelancaran kinerja KPK saat membawa tahanan dari Rutan ke KPK, maupun ke Pengadilan Tipikor," kata juru Bicara KPK, Johan Budi, di kantornya, Jakarta, Rabu (22/2).

Mobil Elf itu telah terparkir di belakang kantor KPK. Selain fasilitasnya terbilang lengkap dan canggih, mobil tersebut pun mampu memuat banyak 'kerah putih'. Dalam setiap unit mobil, dapat diisi sekitar 6 orang tahanan yang terdiri dalam dua baris kursi.

Pada bagian depan mobil tahanan, hanya boleh diisi oleh seorang supir, staf khusus antar jemput tahanan atau penyidik KPK. Sementara pada bagian belakang mobil tahanan dapat dimuat sekitar empat sampai enam orang petugas kemanan.

Seluruh jendela mobil tahanan berwana hitam ini pun dilapisi oleh trali besi. Mobil ini juga dilengkapi dua lampu sirine berwana biru serta terdapat pula alat komunikasi jarak jauh, tape, GPS yang digunakan sebagai pendeteksi keberadaan mobil tersebut berada dan pendingin udara. Keberadaan mobil baru dengan segala fasilitasnya, sangat berbeda dengan mobil tahanan yang sebelumnya.

Terkait pengoperasiannya, kata Johan, sebanyak 2 unit mobil tahanan diperuntukan untuk stand by di kantor KPK. Sementara satu unit mobil tahanan KPK lainnya disiagakan di Pengadilan Tipikor, Jakarta.

Berapa kocek yang dikeluarkan KPK untuk membeli mobil ini? Johan mengaku belum mengetahui berapa harga untuk tiga unit mobil tahanan tersebut. Yang terpenting, kata Johan, mobil tersebut dapat memperlancar kinerja KPK. Sebab mobil tahanan yang lama mobil yang lama sering menglamai kendala.

"Belum dapat info kalau itu. Nanti saya cek dulu ke pihak Kesekjenan KPK," imbuhnya.

Reporter: Rangga Tranggana - Editor: Ana Shofiana S

Komentar

Belum ada yang memberikan komentar.

Kirim Komentar

Untuk kirim komentar silahkan Login atau Register

NEWSLETTER
Get our free Centro One newsletter and stay in touch with the latest news and updates from your email inbox!
POLLING