Selasa, 02 Sep 2014 - 20.55 WIB
Follow : Like : RSS : Mobile :
Latest News

Warga Tolak Pembangunan Kondominium

Jumat, 03 Peb 2012 - 06.49 WIB

kondominium 1

Ilustrasi kondominium di Surabaya

Surabaya- Pembangunan kondomonium dan hotel milik PT Samator Land di kawasan Kedung Baruk, ditentang warga. Pasalnya, pengembang itu tak mengantongi izin AMDAL atas pembangunan itu.

Bahkan Samator Land dianggap melanggar kesepakatan tiga pihak, pengembang, warga dan Pemkot Surabaya. Saat bertemu, Pemkot meminta agar Samator tak melakukan aktivitas pembangunan karena belum memiliki AMDAL. Kenyataannya, hal itu malah dilanggar.

Ini yang membuat warga marah. Bahkan warga meminta truk yang keluar masuk membawa tanah urug, diminta menghentikan aktivitasnya. Yang membuat warga kecewa, sebenarnya saat akan memulai aktivitasnya, Samator Land sama sekali tak pernah berkoordinasi dengan warga. Warga pun merasa diabaikan.

Seperti disampaikan Sugeng, salah satu warga, pihaknya sama sekali tak pernah diajak bicara.

“Tahu-tahu sudah ada aktivitas pembangunan. Ini kan tidak benar, kok seenaknya sendiri membangun di lingkungan orang. Apalagi kita mengalami polusi,” kata Sugeng.

Sementara di DPRD Surabaya, anggota Komisi A Agus Santoso menuding, keberanian Samator Land dalam menjalankan aktivitas pembangunannya karena Komisi A dituding telah mengabulkan nilai ganti rugi untuk warga Kedung Baruk.

“Kita kecewa dengan ketua Komisi A Armudji yang menyetujui ganti rugi tersebut. Padahal warga di sana masih  menentang pembangunan itu,” tegas Agus.

Oleh: Windhi Ariesman-Editor: Vivi Irmawati

 

 

Komentar

Belum ada yang memberikan komentar.

Kirim Komentar

Untuk kirim komentar silahkan Login atau Register

NEWSLETTER
Get our free Centro One newsletter and stay in touch with the latest news and updates from your email inbox!
POLLING