Komen Pedas, Papaji Ngluruk Kantor HTI Gresik
Kamis, 19 Jan 2012 - 16.07 WIB
Papaji Gresik datangi kantor HTI Gresik. FOTO: CentroOne.com/Rakhman Khariry
Gresik- Terkait komentar pengurus Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Gresik, Munif Hariono mengenai kompetisi ayam jago nasional gelaran Paguyuban Penggemar Ayam Jago Indonesia (papaji) pengurus Gresik kepada beberapa media online. Papaji Gresik datangi kantor HTI Gresik di kawasan Komplek Perumahan Alam Bukit Raya (ABR), Kamis (19/01).
“Kedatangan pengurus Papaji ke kantor HTI ini guna mengajak mereka dialog. Mengapa mereka bilang kompetisi kami merusak kearifan lokal? Padahal justru dengan kompetisi itu adalah cara membalik anggapan masyarakat yang selama ini menganggap sabung ayam adalah perjudian. Toh ada aturan jelasnya terkait pelaksanaan kompetisi tersebut," tutur Farid Abdillah, Ketua Papaji Gresik saat dihubungi CentroOne.com, Kamis (19/01).
Namun dalam usaha mengajak dialog tersebut digagalkan aparat kepolisian yang menutup akses masuk perumahan ABR. Dan menggeledah seluruh tas yang dibawa ke 15 pengurus Papaji yang kemudian mengelar orasi di akses masuk perumahan tanpa ada satupun pengurus HTI yang menemui.
“Jangan asal tuduh bila tidak mau berdialog. Apalagi mereka tidak mengerti bagaimana peraturan-peraturan dalam kompetisi itu. Bukankah itu fitnah? Sayang sekali bila fitnah itu datang dari organisasi islam,” terangnya sembari menegaskan dalam tuntutannya bahwa adat budaya indonesia adalah panglima hukum.
“Kita akan lawan gerakan radikal HTI sampai titik darah penghabisan,” tandasnya.
Sementara itu, saat centroOne.com menghubungi nomor telepon HTI Gresik yang terpampang di papan baliho kantor HTI. Abu Irsat selaku pengurus bidang kesekertariatan HTI menyatakan bahwa sebetulnya dalam aksi siang tadi, pihaknya telah menemui perwakilan Papaji dan berdialog.
”Sebetulnya dalam aksi tadi itu ada dialognya antara kami dan Papaji,” terangnya.
Terkait komentar Munif Hariono pada beberapa media online, Abu menjelaskan bahwa bila dari sudut pandang HTI. Hal tersebut adalah bentuk pernyataan sikap dari HTI.
“Dalam sudut pandang Islam, melukai binatang dengan disengaja memang dilarang agama,” pungkasnya sembari mengatakan, HTI juga akan membuka ruang dialog dengan Papaji. Namun dengan konteks yang berbeda.
“Akan kita lihat dulu konteksnya, baru kita bersedia dialog,”pungkasnya.
Oleh: Rakhman Khariry-Editor: Vivi Irmawati