Selasa, 21 Okt 2014 - 04.09 WIB
Follow : Like : RSS : Mobile :
Latest News

Mahasiswi Surabaya 'Ratu' Sprinter ASEAN

Selasa, 29 Nov 2011 - 10.19 WIB

serafi2

Serafi Anelis Unani

Surabaya-Prestasi membanggakan diraih mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Surabaya (Ubaya), Serafi Anelis Unani. Ia sukses meraih medali emas SEA Games XXVI 2011 di final nomor 100 meter putri yang digelar di Stadion Atletik Jakabaring, Palembang, Sabtu (12/11) silam.

"Hasil ini cukup mengejutkan sekaligus menggembirakan, pasalnya perlombaan tersebut merupakan event pertama Serafi turun di nomor 100 meter," papar Hayuning Purnama Dewi, Media Relation Ubaya, Selasa (28/11), di sela-sela acara pemberian penghargaan berupa beasiswa dan piagam bagi mahasiwa Ubaya yang ikut dalam Sea Games ke 26, di Lantai 1 Perpustakaan kampus.

Serafi menobatkan diri sebagai sprinter tercepat se Asia Tenggara dengan mencatatkan waktu 11,69 detik sama dengan atlet Thailand, Sangrat Nongnuch. Dalam momen mencapai garis finish, terlihat bagaimana kedua sprinter tersebut nampak ngotot untuk menjadi yang pertama.

"Awalnya sempat dag dig dug juga, namun, lima menit kemudian saat lomba, juri memutuskan saya sebagai pemenang karena melewati garis finish terlebih dahulu," kenangnya.

Ia masih ingat argumen juri yang mengatakan dirinya punya reaction time lebih lambat 0,172 detik, sedangkan Sangrat 0,169 detik.

"Pihak kampus bangga, Serafi bisa mengharumkan nama negara serta mengumandangkan Indonesia Raya berkumandang di bumi Sriwijaya," imbuh Hayuning.

Cewek kelahiran 1 Januari 1989 tersebut mengaku, sejak usia sembilan tahun sudah gemar dengan olahraga lari.

"Sehingga saya memutuskan untuk memperdalam olahraga ini dengan bergabung dalam tim nasional atletik. Tidak menyangka dan senang ketika pelatih memberikan saya kepercayaan untuk turun di SEA Games,” papar Serafi.

Sprinter yang memegang nomer peserta 28 juga sempat berbagi tips sukses di antaranya berdoa, bermimpi dan mengimani apa diinginkan.

”Tetaplah berjuang walaupun kesempatan yang kita punya sangat sedikit, berdoa merupakan kunci utama. Selain itu, dengan latihan keras dan tetap fokus saat pelatihan bisa membuat saya seperti ini. Thanks God for everything. Ini juga sebagai hadiah ulang tahun buat papa. Dan juga terima kasih untuk seluruh keluarga besar, teman-teman kampus khususnya teman-teman Ubaya untuk semua dukungan dan doanya,” pungkasnya.

 

Oleh: Jatmiko - Editor: Masruroh

Komentar

Belum ada yang memberikan komentar.

Kirim Komentar

Untuk kirim komentar silahkan Login atau Register

NEWSLETTER
Get our free Centro One newsletter and stay in touch with the latest news and updates from your email inbox!
POLLING