Selasa, 02 Sep 2014 - 03.55 WIB
Follow : Like : RSS : Mobile :
Latest News

Prabowo Lantik Pengurus Gerindra Jatim

Minggu, 20 Nov 2011 - 20.42 WIB

IMG01672 20111120 1313

Massa Gerindra memadati gedung Jatim Expo. foto:Windhi A/centroone.com

Surabaya - Pengurus DPD Partai Gerindra Jatim, Minggu (20/11/2011) dilantik Dewan Pembina DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto. Pelantikan di gedung Jatim Expo Jl A Yani itu dipadati ribuan kader Gerindra.

Dengan adanya pelantikan itu, berarti secara resmi telah terbentuk 38 DPC Partai Gerindra di Kabupaten/Kota di Jatim. Pelantikan sekitar 9.000 pengurus Gerindra di seluruh Jatim, juga dihadiri tokoh-tokoh partai lain. Bahkan Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim, Soekarwo dan Saifullah Yusuf juga hadir pada pelantikan tersebut.

Dalam sambutannya, Prabowo berpesan, Gerindra Jatim harus mampu mencapai target perolehan kursinya di lembaga legislatif. Saat ini, di DPRD Jatim, Gerindra sudah terwakili lima kursi, namun pada Pemilu Legislatif 2014, diharapkan mampu menambah perolehan empat kursi sehingga total jadi sembilan kursi. Sementara di DPRD Surabaya yang saat ini hanya terwakili tiga kursi, diharapkan pada 2014 bisa membentuk satu kursi dengan wakil sebanyak lima sampai enam kursi.

“Target ini memang tak muluk, tapi Gerindra yakin mampu mencapainya. Saya hanya berpesan kepada seluruh kader Gerindra agar menjadi pemimpin yang arif dan bijaksana serta peduli pada rakyat. Bahkan kalau pemimpin itu di luar Gerindra tapi justru sepaham dengan Gerindra, maka seluruh kader wajib mendukungnya karena itu untuk rakyat,” ujar Prabowo, Minggu, (20/11/2011).

Dalam kesempatan itu Prabowo juga sempat memberikan pujian terhadap Pemprov Jatim terkait impor beras dan garam.“Saya salut dengan Pakde Karwo (Soekarwo, red) yang dengan tegas menolak impor beras dan garam. Ekonomi kita ini sarat dengan paham neo-liberalisme, namun justru ini didukung elite politik yang ada. Tapi Pakde Karwo menolaknya, ini wajib kita dukung, walau Pakde Karwo bukan dari Gerindra. Sebenarnya saya berharap Pakde Karwo ada di Gerindra,” tegas Prabowo.

Prabowo juga menyentil pemimpin bangsa yang tidak paham dengan UUD dan Pancasila. Maksudnya, saat dulu dia menyuarakan kritikan tentang sistem ekonomi liberal, dia dikritik elite-elite bangsa tersebut. Para elite itu justru bertanya dengan konsep ekonomi kerakyatan yang disuguhkan Prabowo. Bagi Prabowo, karena elite bangsa itu tak paham UUD dan Pancasila, maka mencibir ekonomi kerakyatan tersebut.

“Gerindra jangan sampai mengejar jumlah, lebih baik sedikit kader tapi mau berjuang demi rakyat, daripada banyak kader tapi tak berguna. Nilai kejujuran dan gotong royong bangsa ini sudah terancam, yang ada saat ini justru mental penipu, mental penghianat, mental munafik yang justru mampu merusak bangsa ini,” tegas Prabowo.

 

Oleh:Windhi A-editor:YL.antama.putra

Komentar

Belum ada yang memberikan komentar.

Kirim Komentar

Untuk kirim komentar silahkan Login atau Register

NEWSLETTER
Get our free Centro One newsletter and stay in touch with the latest news and updates from your email inbox!
POLLING