Sabtu, 20 Des 2014 - 21.20 WIB
Follow : Like : RSS : Mobile :
Latest News

Rahasia Kematian & Keteladanan Ustadz Uje

Selasa, 30 Apr 2013 - 16.00 WIB

uje istri nangis editt2

centroOne/Istimewa

Sambil berkelakar, seorang ustadz di atas podium berceloteh. Katanya, soal kematian adalah rahasia Allah. Rezeki, jodoh, dan usia menjadi hak Allah.

Manusia diwajibkan untuk berdoa dan tunduk kepada kuasa Allah dengan menjalankan seluruh perintah dan larangan-Nya. Menjalankan kewajiban Allah memiliki dimensi luas, mulai rukun Islam hingga amalan ibadah dan kesolehan sosial lainnya di tengah masyarakat.

Soal jodoh, Allah yang menentukan. Tapi, jika bicara soal ini ada manusia memahami dengan 'cuek', bersikap pasif. Akibatnya, tidak mendapatkan pasangan hidup.

Padahal, meski Allah yang menentukan jodoh seseorang, tapi dibalik itu ada kewajiban bagi manusia untuk berikhtiar. Berupaya untuk mendapatkan pasangan hidup. Bukan berpasrah diri dalam memaknai keputusan akhir pada Allah. Allah tak akan mengubah nasib seseorang jika yang bersangkutan tak berkeinginan untuk mengubah diri sendiri.

Demikian soal kematian. Tidak satu pun manusia di kolong planet ini yang tahu usia sesorang. Tatkala dalam keadaan sakit, bahkan oleh dokter diperkirakan bakal meninggal, manusia diwajibkan untuk berobat.

Manusia sesuai dengan sunatullah, sesuai dengan hukum-hukum Allah, berkewajiban menjaga apa yang telah diberikan kepadanya. Jika seseorang sakit wajib berobat, jika belum mendapat pasangan hidup wajib berikhtiar, jika tak memiliki uang atau rezeki berkewajiban untuk bekerja.

Berbicara soal kematian, belakangan ini memang publik sedang menaruh perhatian terkait wafatnya ustadz Uje, sapaan akrab Jefry Al Buchory. Almarhum kiai kondang sejuta umat Zainuddin MZ pun pernah menyatakan, kematian adalah milik Allah semata.

Sebab, tak satu pun manusia yang bisa meramalkan maut itu datang menjemput. Kadang, orang yang sakit-sakitan usianya bisa panjang, sementara usia orang muda hanya dengan disebabkan jatuh di kamar mandi lantas cepat pulang ke pangkuan Allah.

Dan, mereka bertanya kepada-Mu (Muhammad) tentang ruh. Katakanlah: "Ruh itu urusan Tuhanku, sedangkan kamu diberi pengetahuan hanya sedikit." (QS Al Isra' 17:85) Langit boleh mendung. Orang boleh menduga-duga, jika sudah mendung pasti akan hujan. Jika usia sudah 'bau tanah' pasti sudah dekat dengan kematian.

Logika seperti itu ternyata tak selamanya benar. Bisa jadi hujan bergeser ke daerah lain. Atau tak jatuh sama sekali. Orang sudah lanjut usia tak selamanya cepat dipanggil Allah.

"Bisa jadi yang tua mati belakangan. Yang muda mati lebih dahulu. Bisa jadi yang muda mati dahulu, yang tua mati belakangan," kata ulama asal Betawi itu bernada humor dengan ceramah segar dan menyentuh semua lapisan masyarakat.

Wafatnya ustadz 'gaul' Uje pada Jumat (25/4) tak satu orang pun yang dapat mengetahuinya. Kebanyakan setelah kejadian kecelakaan tunggal, motor menabrak pohon di kawasan Pondok Indah barulah publik tersentak dan sadar bahwa ustadz berusia 40 tahun itu sejatinya telah menyampaikan pesan-pesan terakhir kepada rekan-rekannya.

Demikian pula KH Zainuddin MZ yang meninggal dunia pada usia 60 tahun, Selasa (5/7), bertepatan dengan 5 Sya'ban 1432 H. Jenazahnya dimakamkan di area Masjid Fajrul Islam, tak jauh dari kediamannya.

Padahal sebelumnya pada Ahad (3/7/2011) almarhum masih sempat memberi ceramah bagi warga Bekasi di Perumahan Bumi Suzuki Permai, Kecamatan Rawalumbu. Rupaya ceramah mengangkat tema Isra' Mikraj itu adalah ceramah yang terakhir.

Tapi yang menarik dari kematian para mubalig adalah pesannya soal persiapan menghadapi kematian. Uje sebelum wafat melalui akun sosial Media PATH menyebut: "pada akhirnya..semua akan menemukan yang namanya titik jenuh.. dan pada saat itu..kembali adalah yang terbaik.. kepada siapa? Kepada DIA pastinya..Bismika Allohumma ahya wa amuut."

Ya, semuanya akan kembali kepada Allah. Pemilik semesta alam, penguasa jagat raya. Karena itu, seperti juga diingatkan para mubalig, termasuk melalui keteladanan ustadz Uje, perbanyak amal soleh selagi hidup. Baik hubungan dengan Allah maupun sesama manusia. Semua itu akan menjadi bekal untuk menghadap sang Ilahi, sebagai modal kita kembali kepada Dia. (ant)

Editor: Ary Nugraheni

Komentar

Belum ada yang memberikan komentar.

Kirim Komentar

Untuk kirim komentar silahkan Login atau Register

NEWSLETTER
Get our free Centro One newsletter and stay in touch with the latest news and updates from your email inbox!
POLLING