all_header_1
Friday, 25 Apr 2014 - 09.24 WIB
Follow : Like : RSS : Mobile :
Latest News

Vaksin Semprot Obat Kanker Leher & Kepala

Tuesday, 05 Mar 2013 - 11.37 WIB

vaksin semprot editt

Ilustrasi - centroOne/Istimewa

Paris - Ketika seseorang mengidap kanker, tubuh menumpuk imunitas untuk melawan sel-sel penyerang itu. Tetapi, seringkali kekebalan tubuh terlalu lemah untuk menghentikan penyebaran sel-sel itu.

Jadi, untuk melengkapi pengobatan radiasi dan kemoterapi, selama ini ilmuwan berusaha membuat vaksin untuk meningkatkan pertahanan alami tubuh terhadap tumor.

Dikutip dari laman VOA, dua vaksin menjanjikan yang sedang dalam pengujian tahap akhir pada manusia diniatkan untuk menyerang kanker prostat dan kanker kulit paling mematikan, disebut melanoma metastatik.

Vaksin lain yang sedang dibuat, diniatkan untuk mengobati tumor padat yang terbentuk dalam jaringan mukosa yang melapisi bagian dalam kepala, leher, paru-paru, dan alat kelamin.

Jaringan itu memproduksi cairan pelumas tebal mengandung bahan kimia kuat yang biasanya melindungi tubuh dari infeksi. Namun disayangkan, cairan itu juga memblokir sel-sel kekebalan tubuh yang seharusnya bisa melawan tumor-tumor ganas kanker.

Masih dari laman VOA, kini peneliti membuat vaksin yang disemprotkan ke dalam lubang hidung untuk mengatasi resistensi ini, mengaktifkan dan menggerakkan sel kekebalan jenis tertentu, yang disebut CD8 + T-sel, dalam jaringan di lokasi tumor.

Eric Tartour, peneliti pada Université Paris Descarte, memimpin tim yang mempelajari keampuhan semprot intranasal pada tumor mukosa yang solid pada tikus. Ia mengungkapkan, tumor itu membesar setelah tikus itu ditulari jenis virus human papiloma yang diketahui menyebabkan kanker.

"Tumor-tumor itu menyusut. Kami juga menganalisis tumor-tumor itu setelah mereka menyusut. Tumor-tumor itu dipenuhi sel-sel kekebalan tubuh yang menghancurkan tumor-tumor itu," ujar Tartour.

Tartour dan para sejawatnya juga membandingkan keampuhan vaksin buatan mereka ketika disuntikkan, dan mendapati keampuhan vaksin itu tidak sekuat dibandingkan bila diberikan dengan cara disemprotkan ke dalam lubang hidung.

"Yang kami tunjukkan dalam penelitian ini adalah bahwa cara kita menggunakan vaksin, penting. Tidak hanya penting untuk memiliki vaksin kanker yang baik, tapi juga memiliki cara yang tepat untuk menggunakannya," urai Tartour.

Tartour kembali mengatakan, tujuan peneliti berikutnya adalah mengetahui seberapa ampuh vaksin intranasal, yang telah 5 tahun mereka kembangkan, bekerja melawan tumor-tumor yang telah bermetastasis atau menyebar ke tempat-tempat yang jauh dalam tubuh.

Eric Tartour dan para sejawatnya menjelaskan obat anti-kanker dengan cara disemprotkan ke lubang hidung itu dalam artikel yang terbit dalam jurnal Science Translational Medicine.

Editor: Ary Nugraheni

Komentar

Belum ada yang memberikan komentar.

Kirim Komentar

Untuk kirim komentar silahkan Login atau Register

NEWSLETTER
Get our free Centro One newsletter and stay in touch with the latest news and updates from your email inbox!
POLLING