Sabtu, 19 Mei 2012 - 02.19 WIB
Follow : Like : RSS : Mobile :
Latest News

Mengenang Denting Piano Bubi Chen

Kamis, 16 Peb 2012 - 22.43 WIB

Bubi chen 2 edit

Bubi Chen - CentroOne/istimewa

Jakarta - Bubi Chen. Denting pianomu masih terdengar sampai detik ini. Sebab, puluhan albummu masih tertata rapi di beberapa sudut toko-toko musik di negeri ini. Kita masih ingat dengan album pertamamu 'Bubi Chen & Kwartet', yang dikeluarkan tahun 1959.

Berbagai jenis musik ditawarkan di Tanah Air, tapi kamu masih sangat menyukai aliran musik jazz. Hingga kamu dijuluki sebagai 'ayah' bagi musisi-musisi muda aliran jazz di negeri ini. Sebut saja, salah seorangnya adalah Indra Lesmana.

Bubi Chen, dengan topi 'kupluk'-mu - sebagai ciri khasmu - kamu memainkan jari-jemarimu diatas dentingan piano hingga melahirkan melodi-melodi yang indah menentramkan hati. Nyaris di setiap performance, Bubi Chen selalu tampil gemilang, dengan akhir standing applaus dari penggemar.

Beberapa tahun belakangan, sosok Bubi Chen memang lekat dengan gelaran Java Jazz Festival (JJF), yang digelar setiap tahun sejak tahun 2005. Disitu, Bubi Chen nyaris tak pernah absen. Ia selalu tampil maksimal, meskipun bersanding dengan musisi-musisi jazz muda dan musisi kelas dunia. Pesona Bubi Chen, selalu menarik perhatian setiap penonton yang hadir di ajang bergengsi di Indonesia ini.

Ya, Bubi Chen, kini engkau telah abadi bersama Yang Kuasa. Meninggal di usia yang ke-74 tahun, karya-karya besarmu akan selalu kita kenang. Bubi Chen, tutup usia di bulan yang sama dengan bulan kelahirannya, yaitu pada Kamis (16/2), pukul 18.50 WIB, di Semarang, karena sakit diabetes mellitus. Bahkan, kedua kakinya telah diamputasi. Bubi Chen sendiri merupakan pria kelahiran Surabaya, 9 Februari 1938.

Puluhan albumnya telah ia rilis. Diantaranya adalah album bertajuk Bubi Di Amerika (1984), Kedamaian (1989), Jazz The Two Of Us (1996), Judge Bao (1996), dan terakhir adalah tahun 2007 ia menelurkan album berjudul Best Of Me, Wonderful World, dan Buaian Asmara.

Sejak kemunculannya, ia setia dengan musik jazz hingga jadi musisi jazz senior dan kebanggaan Indonesia. Saat berusia 5 tahun oleh ayahnya Tan Khing Hoo, Bubi diserahkan kepada Di Lucia, seorang pianis berkebangsaan Italia, untuk belajar piano. Saat itu Bubi belum bisa membaca apalagi memahami not balok.

Meski begitu, Bubi bisa mengikuti pelajaran yang disampaikan oleh Di Lucia, karena Bubi Chen sudah terbiasa melihat kakak-kakaknya, Jopie Chen dan Teddy Chen, saat sedang berlatih piano. Bubi Chen belajar pada Di Lucia hingga tahun kemerdekaan Indonesia.

Setelah itu, Bubi Chen mengikuti kursus piano klasik dengan pianis berkebangsaan Swiss bernama Yosef Bodmer. Di umur 12 tahun, Bubi Chen sudah mampu mengaransemen karya-karya Beethoven, Chopin, dan Mozart ke dalam irama jazz. Bubi Chen menilai musik jazz memiliki kebebasan dalam menuangkan kreatifitas dibanding musik klasik dengan kaidah-kaidahnya sendiri.

Beberapa waktu kemudian Bubi mulai mempelajari jazz secara otodidak. Ia mengikuti kursus tertulis pada Wesco School of Music, New York (1955-1957). Salah seorang gurunya adalah Teddy Wilson, murid dari tokoh swing legendaris Benny Goodman.

Tahun 1959, Bubi Chen dekat dengan ayah musisi jazz kenamaan kita Indra Lesmana, Jack Lesmana. Bersama Jack Lesmana, Bubi Chen merasa menemukan partner berbagi. Dan, dari situlah Indra Lesmana pun dekat dengan sosok Bubi Chen, yang sudah dianggapnya sebagai ayah. Karya demi karya pun berhasil Bubi Chen lahirkan hingga di nafas terakhirnya. Ya, begitulah perjalanan karir seorang Bubi Chen hingga akhirnya menjadi seorang maestro jazz di negeri ini. Selamat jalan Bubi Chen. Karya-karya besarmu akan selalu di hati kami.

Oleh: Ary Nugraheni

Komentar

freak 7

23 Mar 2012 - 10:48 (2 months ago)

Bubi Chen adalah salah satu music legend di Indonesia, Bapak Jazz Indonesia, selain musisi jazz yang sangaqt hebat, kharismanya sangat kuat dan dikagumi juga bbrp musisi2 mancanegara, banyak melahirkan banyak musisi pintar juga di Indonesia,
saya sendiri sangat kagum dengan om Bubi,
anehnya kenapa dengan kepergiannya, tidak ada penghargaan khusus dari pemerintah kita???

Kirim Komentar

Untuk kirim komentar silahkan Login atau Register

NEWSLETTER
Get our free Centro One newsletter and stay in touch with the latest news and updates from your email inbox!
POLLING