Cita-cita Tertunda Ridho Rhoma
Rabu, 22 Peb 2012 - 12.58 WIB
Ridho Rhoma - CentroOne/istimewa
Jakarta - Menjadi pedangdut sukses dari putra raja dangdut ternama, membuat Ridho Rhoma masih belum puas. Ketidak-puasannya itu tentu karena cita-cita yang masih tertunda. Sebelumnya, Ridho pernah sampai dua kali kuliah, tapi tertunda karena waktu dan jadwal manggungnya yang padat, sehingga cita-cita untuk jadi sarjana masih sebatas mimpi sampai sekarang.
Bagi Ridho, mewujudkan mimpi itu ibarat pepatah, yang mengatakan tuntulah ilmu sampai ke negeri China. Nah, pepatah inilah kiranya jadi semangat Ridho untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang universitas.
Di tahun ajaran baru tahun 2012 ini, ia membulatkan tekadnya untuk kembali mendaftarkan dirinya sebagai seorang mahasiswa untuk yang ketiga kalinya di sebuah Universitas swasta Jakarta.
Ridho mengatakan, keinginannya untuk kembali memperluas pengetahuannya di bidang musik, maka ia berencana mengambil jurusan sound engineering.
"Saya ambil jurusan sound engineering sesuai minat dan hobi. Disini, saya mengambil S1. Ini, kali ketiga saya kuliah lagi," ujar Ridho, Selasa (21/2), di Epicentrum Kuningan Jakarta.
Sebagai seorang musisi, Ridho beralasan jurusan yang dipilihnya itu bisa sangat membantu dalam kariernya di bidang musik. Ditambah, belakangan ini aktifitas Ridho diakuinya tidak terlalu padat, sehingga dengan waktu kosongnya ini bisa kembali melanjutkan pendidikan etrtundanya.
"Sekarang inilah waktu yang pas buat menimba ilmu," imbuh Ridho. "Dari dulu memang nggak ada waktu dan nggak pernah sempat. Kebetulan, baru ketemu juga sekolahnya yang membuka jurusan sound engineering," lanjut pria kelahiran Jakarta, 14 Januari 1989, ini.
Meski dirinya pernah dua kali merasakan gagal dalam pendidikan, tapi semua itu tak menyurutkan langkahnya menjadi seorang sarjana. Walau Ridho sendiri sebelumnya pernah mengenyam pendidikan dari London School of Public Relations tempat kuliahnya terdahulu. Saat itu, ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri lantaran kesibukannya di dunia musik.
Sebelumnya juga, Ridho sudah pernah mengambil les sound enginering dan audio production. Tapi, karena sekarang sudah ada sarjananya, maka rencananya Ridho mulai masuk bulan depan.
"Programnya tiga tahun lulus. Itu, kalau nggak ada syuting film atau promo-promo yang lain, ya," ucap Ridho sembari tersenyum.
Sang ayah, Rhoma Irama, kata Ridho, juga sempat bertanya tentang masa depan kuliahnya itu. Ia pun menjawabnya, bahwa kuliahnya terbengkelai, karena bentrok dengan jadwal pekerjaan.
"Tapi, papa, manajemen, dan label memberikan kebijaksanaan," tutur Ridho.
Kepercayaan setelah gagalnya kuliah sampai dua kali itu, rupanya menjadi teguran buat Ridho. Dalam kuliahnya kali ini, Ridho pun mendapatkan beberapa kemudahan. Diantaranya, proses belajar-mengajar bisa dilakukan di ruang dan waktu yang berbeda, sehingga jadwal shownya pun tidak terganggu.
"Saya angkatan kedua dan jadwal lebih fleksibel, belum banyak kelasnya. Guru dari Australia dan Amerika. Belajarnya juga dipermudah, bisa lewat email juga," papar Ridho.
Oleh: Fahrul Anwar&Vito Adhityahadi - Editor: Ary Nugraheni