Kamis, 23 Okt 2014 - 05.19 WIB
Follow : Like : RSS : Mobile :
Latest News

Duka Rhoma Irama dan Keluarga

Rabu, 04 Jan 2012 - 16.55 WIB

vicky2

Vicky Zulfikar saat pemakaman putrinya. FOTO: CentroOne.com/Fahrul Anwar

Jakarta- Sebagai kakek yang paling perhatian terhadap cucunya Ifla Ahya Zulfikar, Rhoma Irama tak kuasa menahan air mata ketika walaupun ia tak hadir dalam pemakaman cucunya tersebut. Rhoma harus berangkat ke Surabaya untuk berceramah pagi dini hari tadi. 

"Tapi semalam Papa itu datang ke rumah. Karena memang kesibukannya shubuh itu beliau harus ceramah di Surabaya jadi beliau tidak bisa hadir di pemakaman," ujar Vicky Zulfikar sang ayah. 

Ifla termasuk salah seorang cucu yang paling super ekstra mendapat perhatian terutama dari kakeknya. 

"Kondisi fisik Ifla sangat rentan apalagi harus ada batuk sedikit. Karena riskan kalo terjadi dan melihat kondisi almarhum sebelumnya. Jadi kakek kalau meelihat Ifla batuk sedikit langsung dibawa ke Rumah sakit," ujar Vicky Zulfikar Putra kandung Rhoma Irama saat ditemui usai pemakaman putrinya di TPU Menteng Pulo Jakarta (4/1). 

Sebagai Ayah dari Ifla Ahya Zulfikar, Vicky mengakui sejak lahir itu putrinya memiliki kekurangan dari segi fisik. Menyoal kesehatannya anaknya itu Vicky dan keluarga ekstra hati-hati dalam merawatnya. 

"Sebenarnya almarhum sejak kecil sudah memiliki keturunan. Jadi tidak bisa makan melalui mulut karena lambung pada Ifla sudah buntu sejak lahir. Sehingga pada usia 3 hari dilakukan," ujarnya. 

Rencananya pemasangan selang almarhumah akan dilakukan pada 7 Januari mendatang sekaligus akan dilakukan operasi kedua untuk penutupan selang sekali menyambung untuk dimaksimalkan. Tapi Allah SWT ternyata berkehendak lain. 

Sebelum kepergian anaknya itu, firasat sempat dirasakan oleh Vicky sebagai orang tua. 

"Sempat becanda selama perjalanan ke Rumah Sakit sama mamanya. Saya paginya tidak ikut. jadi pas di sms sama istri bahwa Ifla Ahya Zulkfikar mesti di opname baru saya datang ke Rumah Sakit. Kebetulan terakhir sebelum sakit almarhum minta dipakaikan baju sama saya," ceritanya.

Vicky melanjutkan jika almarhumah anaknya tersebut malam sebelum meninggal tidak bisa diam dan terlihat gelisah. 

"Almarhumah itu nggak bisa diam malamnya, terlihat gelisah. Jujur saya nggak tahu kalo dia sedang dalam berada kondisi anfal. Mungkin lagi nahanin rasa sakitnya tetapi memang tidak terlihat. Itu yang saya sesalkan saya sempat marah-marah sama dia tapi yang saya tidak bisa lupain yaitu, biasanya minta dipakaikan baju sama mamanya tapi kali ini alamarhum sama sekali nggak mau kecuali dengan saya. Malahan sama sekali nggak pernah baru sekali-sekali itu aja. sampai dipindahin ke roda juga harus sama saya. Saya punya firasat yang tidak enak kebetulan pas hari Senin saatolahraga sepeda main di Sentul. Biasanya selalu fit dan selalu duluan kalo melewati tanjakan. Tapi hari itu tidak sama sekali. Teman-teman juga bilang biasanya kamu paling jago kalo tanjakan. saya bilang nggak tahu males aja. Sampai pulang ke rumah bawaannya nggak enak aja, " Kenang Vicky Zulfikar. 

Oleh: Fahrul Anwar-Editor: Vivi Irmawati

Komentar

Belum ada yang memberikan komentar.

Kirim Komentar

Untuk kirim komentar silahkan Login atau Register

NEWSLETTER
Get our free Centro One newsletter and stay in touch with the latest news and updates from your email inbox!
POLLING