Jumat, 31 Okt 2014 - 20.19 WIB
Follow : Like : RSS : Mobile :
Latest News

Hiihhh..Di Surabaya Ada Museum Santet

Sabtu, 11 Jun 2011 - 13.37 WIB

Museum

Foto : CentroOne.com / Suryanto

Terkenal dengan sebutan Kota Pahlawan, Surabaya telah mentahbiskan dirinya kedalam jajaran kota besar di Indonesia. Berbagai prestasi diperoleh Kota yang "lahir" pada tanggal 31 Mei ini. Paling akhir, Surabaya mendapat penghargaan Adipura, karena kebersihan kota yang dinilai cukup bagus.

Seperti halnya kota lain di Indonesia, Surabaya memiliki banyak sekali potensi. Baik di dunia ekonomi, pendidikan, maupun di bidang pariwisata. Banyak tempat yang memiliki daya tarik bagi siapapun.

Tercatat banyak sekali tempat yang sudah seringkali didengar orang sebagai tempat untuk sejenak melepas penat. Dan sebagai salah satu kota besar, Surabaya hampir memiliki semuanya. Tinggal pilih, dan nikmati. Mulai wisata alam, fauna, kuliner, tempat bersejarah, dan bahkan wisata pendidikan.

Untuk urusan pariwisata, mendengar nama Surabaya banyak publik yang akan menyebut, Kebun Binatang Surabaya (KBS), Jembatan Suramadu, atau kawasan Pecinan Kembang Jepun. Namun jangan salah, Surabaya masih memiliki berderet nama tempat yang bisa dijadikan alternatif untuk tujuan yang rekreatif.

Berikut ini beberapa tempat yang mungkin belum pernah Anda dengar. Namun jangan salah, tempat-tempat berikut juga bisa dijadikan salah satu sarana alternatif anda untuk berekreasi dan melepas penat.

1. Museum Santet

Mendengar namanya mungkin akan membuat bulu kuduk merinding. Tapi jangan salah, museum ini memiliki nilai edukatif yang bisa dibilang cukup tinggi. Museum yang sebenarnya bernama Museum Kesehatan dr Adhyatma MPH, ini memiliki beragam koleksi benda benda yang biasa digunakan dalam dunia kesehatan.

Koleksi benda-benda kesehatan di museum ini cukup lengkap, dari peralatan kesehatan jaman dahulu hingga peralatan kesehatan yang modern ada disini. Ada juga koleksi foto-foto tokoh kesehatan dari Indonesia maupun mancanegara.

Museum ini memiliki cara pemaparan atau teknik pamer yang disajikan dalam berbagai ruang kelompok pamer atau disebut sasana. Beberapa sasana yang ada adalah, Sasana Adhyatma, Sasana Kencana, Sasana Kespro, Sasana Genetika, Sasana Kesehatan Budaya, Sasana Fauna, dan Sasana Medik dan non Medik.

Museum yang diresmikan tahun 2004 ini juga menampilkan berbagai media/per untuk menyantet. Seperti boneka yang ditusuk jarum, tanah kuburan, kain merah lengkap dengan foto seseorang ditusuk paku, serta potongan kelobot jagung dilengkapi kayu-kayu layaknya kaki dan tangan. Di bagian perut alat peraga ini tertancap kayu panjang.

Benda benda ini kebanyakan didapatkan dari Banyuwangi yang selama ini dikenal dengan kekuatan santetnya. Seperti tanah kuburan yang didapatnya dari dukun santet Banyuwangi pada 2002.

Museum ini juga menyajikan bukti-bukti hasil santet seperti potongan usus yang diambil dari pasien bernama Yuni. Yuni didiagnosa menderita tumor otak, namun pengobatan modern tak mampu menyembuhkannya. Yuni baru tertolong ketika menjalani pengobatan secara metafisik. Berbagai jaringan tubuhnya yang sakit mampu dikeluarkan.

Bukti lain santet adalah sebuah paku bengkok yang kabarnya dimuntahkan oleh seorang pasien. Atau susuk yang keluar dari tubuh Ny Sunarto, pasien pengidap luka lambung (ulcus pepticum) saat menjalani pengobatan supranatural pada 13 November 1990.

Karena menampilkan benda-benda peraga santet berikut bukti-buktinya, Museum Kesehatan dr Adhyatma MPH ini dijuluki juga sebagai musem santet. Namun bukan berarti museum ini menggiring pengunjungnya untuk mempercayai adanya kekuatan ini.

2. Perpustakaan Buku Kuno Medayu Agung

Dalam perkembangannya membaca bisa menjadi salah satu sarana rekreatif bagi pribadi yang aktif. Nah salah satu tempat dimana anda bisa membaca adalah di perpustakaan. Perpustakaan Buku Kuno Medayu Agung mungkin bisa jadi salah satu tempat alternatif bagi anda menghilangkan penat, karena disini tersimpan ribuan koleksi buku kuno yang bisa anda baca. Beberapa koleksinya termasuk best seller dan wajib baca bagi para pecinta buku.

Tak sedikit pula koleksinya yang sudah jarang ditemui atau bahkan malah tidak bisa dijumpai di toko buku manapun. Salah satunya adalah kumpulan tulisan Pramoedya Ananta Toer yang terkumpul dalam buku 'Bumi Manusia'. Buku buku tersebut masih tertata rapi di etalase kaca ruang baca milik Oei Him Hwie, sang pendiri perpustakaan tersebut.

Perpustakaan ini menyediakan buku-buku kuno sejarah indonesia, sosial-politik, kebudayaan, sejarah tionghoa indonesia, islam politik, milliter, bung karno, pramoedya ananta toer, soeharto, filsafat dan ilmu-ilmu sosial lainnya.

Selain itu, ada juga majalah, surat-kabar, dokumentasi foto, dengan berbagai bahasa seperti bahasa belanda, jerman, inggris, mandarin, dan bahasa lainnya. Koleksi yang beliau miliki mulai dari tahun 1800 hingga sekarang.

Saat Anda berada di sana Anda akan disuguhkan berbagai koleksi milik Oei Him Hwie. Di samping ruang tamu, terdapat sebuah etalase. Isinya, foto-foto sejarah tempo dulu bersanding dengan plakat plakat yang sebagian besar diberikan para pengunjung perpustakaan.

Di atas etalase, sebuah patung setengah badan Presiden Pertama RI Soekarno berdiri tegak dengan warna keemasan. Di dinding samping tangga menuju lantai dua, foto-foto Bung Karno kembali dipajang. Jumlahnya puluhan. Beberapa foto bahkan berukuran besar.

Nah jika Anda sudah mulai penasaran langsung saja Anda bisa datang di Jalan Medayu Selatan IV No 42 - 44, Surabaya.

3. Gereja Kepanjen

Sebagai Gereja tertua, tempat ini memiliki keindahan arsitektur yang tak ternilai. Gereja Kelahiran Santa Perawan Maria yang sekarang ini terletak di jalan Kepanjen 6 dimulai dengan kedatangan Imam Katolik yang pertama kali mendarat di Surabaya ialah Pastor Hendrikus Waanders Pr.

Beliau menetap di Surabaya dan mendirikan rumah sekaligus digunakan untuk gereja di Jalan Gatotan. Di tahun 1815 itu, Pastor Hendrikus Waanders Pr mendirikan stasi yang pertama di Surabaya yang kemudian dijadikan Paroki Kepanjen.

Pembangunan gereja ini dimulai pada tahun 1889. Paroki membeli sebidang tanah yang bagus dari pemerintah seharga f. 8.815. Dipimpin oleh Pastor Van Santen SJ, umat mengumpulkan dana lewat lotere, edaran, sumbangan, pinjaman kredit dan permohonan kepada pemerintah. Peletakan batu pertama baru dilaksanakan pada tanggal 19 Agustus 1899 oleh Pastor Van Santen SJ.

Sebagai pondasi dan tiang pancang, bahannya didatangkan dari Eropa dan termasuk bahan bangunan lainnya. Seluruh tembok bangunan terbuat dari bata yang juga didatangkan dari Eropa sesuai dengan warna aslinya. Khusus untuk bangunan kayu diambilkan dari kayu jati, sedangkan kap dan puncak menara dipakai sirap dari kayu besi.

Pemberkatan gedung gereja dilaksanakan oleh Mgr. Prinsen pada tanggal 5 Agustus 1900 pukul 08.00. Hingga saat ini, Gereja Katolik "Kelahiran Santa Perawan Maria" Kepanjen yang berusia 106 tahun ini masih tetap mempertahankan arsitektur gereja yang asli, hanya kedua menara, hiasan altar dan kaca kaca jendela yang mengalami perubahan.

Kaca-kaca jendela menjadi lebih modern dan masing-masing gambar yang terlukis pada kaca jendela tersebut mengandung arti sesuai dengan Kitab Suci terutama Injil. Dinding luar gedung gereja tidak pernah dikapur atau dicat supaya tetap asli serta tetap menjaga nilai-nilai bangunan bersejarah.

4. D'Loops

Kawasan Surabaya Barat tak hentinya berkembang. Selain G-Walk, Anda bisa menemukan tempat makan dan nongkrong yang cozy di Loop. Lokasinya terkelat di kompleks Plaza Graha Family, dekat dengan D’ Cost dan Pakuwon Trade Center. Bagian paling menarik dari Loop adalah konsep taman yang didesain secara melingkar. Selain itu, resto yang ada di sini juga dibagi-bagi ke dalam 6 zona yang berbeda.

Berbagai makanan juga cemilan dengan olahan Western, Indonesian, Chinese, dan lain-lain dapat Anda temukan di sini. Anda bisa menikmati kuliner di Jungle atau River Zone. Masakan khas Indonesia dapat Anda cicipi di Valley Zone.

Untuk Anda penikmat makanan ala Timur Tengah bisa menuju ke Rock Zone. Sajian bergaya western bisa Anda coba di City Zone. Sedangkan untuk Anda yang hanya ingin bersantai di kafe-kafe, Anda bisa menuju ke Hill Zone.

Hampir semua resto di Loop Surabaya memanfaatkan ruangan indoor dan outdoor. Beberapa bahkan menyulap rooftop resto menjadi tempat makan. Jika Anda menikmati makan malam di sana, bisa dijamin Anda akan mendapatkan bonus city night view Surabaya Barat yang penuh gemerlap lampu.

Banyak pilihan resto yang bisa Anda pilih di sana. Sebut saja nama-nama terkenal seperti Goota, Sushi Co, Bali Box, D’licious Bistro, Chocolate Drop, Es Puter Kelapa Singapura, juga Luigi Steak.

Berada di Loop akan membuat Anda serasa di Kafe Tenda Semanggi saat awal berdiri. Live music menemani santai Anda di hari kamis, jumat, dan weekend. Ambience yang tenang dan cozy membuat Loop sebagai salah satu tempat nongkrong eksklusif. Cocok untuk keluarga atau gathering dengan rekan kerja dan teman dekat.

5. Dream Cars Resto

Anda pasti tak akan menyangka bahwa deretan mobil klasik di kawasan Wiyung adalah sebuah resto. Sudah banyak yang mengira bahwa Dream Cars Resto & Cafe merupakan sebuah bengkel modifikasi mobil karena desain eksterior dan interiornya. Beroperasi sejak pertengahan tahun 2009, resto ini akan memberikan suasana berbeda pada Anda.

Anda bisa datang ke Dream Cars Resto & Cafe mulai pukul 11.00 WIB. Saat pertama kali datang, Anda sudah disambut dengan mobil akuarium. Sampai di dalam, Anda tidak akan duduk di kursi kayu atau sofa. Sebaliknya, Anda akan duduk di jok mobil.

Namun jika Anda tidak terbiasa atau tidak merasa nyaman dengan kursi mobil, Anda bisa memilih untuk duduk di meja dan kursi biasa.

Mobil klasik yang ada di area resto pun beragam. Anda bisa melihat Mercedes Limuosine tahun 1949 yang digunakan sebagai tempat makan. Anda pun bisa melihat Morris Minor tahun 1951 yang digunakan sebagai pos satpam.

Kasir dan tempat makannya dibuat dari Stude Baker tahun 1949. Karena keunikannya inilah, Dream Cars Resto & Cafe Surabaya pernah tercatat pada rekor MURI sebagai resto unik dengan nuansa mobil unik.

Dream Cars Resto & Cafe Surabaya menyediakan menu-menu dengan spesialisasi pada masakan khas Jawa Timur dan juga Steak. Harga yang ditawarkan pun cukup terjangkau, mulai dari belasan ribu sampai dengan Rp. 40.000. Misalnya saja tumis Taoge Ikan Asin bisa Anda dapatkan dengan harga Rp. 18.000.

Untuk lauk seperti Gurami Acar Kuning dan Cumi Bakar dijual dengan harga Rp. 30.000. Jika Anda membuka kap mobil, Anda bisa menemukan berbagai kerupuk, kacang, juga kue-kue.

Walaupun rasa yang ditawarkan di Dream Cars Resto & Cafe tidak terlalu spesial, namun suasana unik yang ditawarkan patut untuk Anda coba. Desain dan konsep yang unik juga pasti akan membuat Anda tidak akan melewatkan momen untuk berfoto.

Sayangnya, kegiatan foto-foto di dalam resto sangat tidak diijinkan. Sebagai gantinya, pihak manajemen Dream Cars Resto & Cafe menyediakan fotografer khusus. Namun jasa fotografer ini tidak gratis. Anda perlu menyediakan kocek yang cukup banyak, sebesar Rp. 30.000 untuk tiap lembar foto ukuran 5R.

Nah, itu tadi beberapa tempat-tempat wisata yang bisa dijadikan alternatif untuk berekreasi bagi anda yang mulai jenuh dengan wisata yang itu itu saja. (yan)

 

 

 

 

Komentar

Belum ada yang memberikan komentar.

Kirim Komentar

Untuk kirim komentar silahkan Login atau Register

NEWSLETTER
Get our free Centro One newsletter and stay in touch with the latest news and updates from your email inbox!
POLLING