Senin, 22 Des 2014 - 13.17 WIB
Follow : Like : RSS : Mobile :
Latest News

Pemeriksaan Adik Gubernur Banten Dilakukan Malam Hari

Sabtu, 05 Okt 2013 - 02.00 WIB

TCWadikGubernurBanten

Tubagas Chairi Wardana (kiri) saat mengikuti sepeda santai Hari Bebas Kendaraan di Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Minggu (30/6). Foto:Antara

Jakarta - Tersangka kasus dugaan suap pengurusan sengketa Pilkada Banten di Mahkamah Konstitusi (MK), Tubagus Cheiry Wardana (TCW) memasuki gedung KPK, Jakarta, Jumat (4/10/2013) malam. Dikabarkan adik kandung Gubernur Banten, Ratu Atut Choisiah itu akan menjalani pemeriksaan.

Terpantau, Tubagus Cheiry Wardana (TCW) keluar dari ruang tahanan di basement KPK diantar mobil tahanan menuju ruang pemeriksaan yang masuk lewat lobi utama sekitar pukul 20.40 WIB. Mengenakan baju biru yang dibalut baju tahanan KPK dan celana jeans warna gelap, Tubagus berjalan dengan terburu-buru setelah keluar dari mobil tahanan. Tak sepatah kata terucap dari suami Walikota Tanggerang Selatan (Tangsel) Banten, Airin Rachmi Diany.

Tersangka lainnya kasus tersebut, Susi Tur Andayani (STA) juga masuk ruang pemeriksaan sekitar pukul 21.02 WIB. Sama seperti Tubagus, Susi enggan untuk berkomentar mengenai kasus yang menjeratnya.

Sementara itu, tersangka kasus dugaan suap pengurusan sengketa Pilkada Gunung Mas, Chairun Ninsa (CN) terlihat keluar gedung KPK sekitar pukul 21.05 WIB. Berbeda seperti kemarin, Chairun Nisa terlihat lebih tenang setelah menjalani pemeriksaan selama tiga jam.

Sayangnya, anggota DPR fraksi Golkar yang telah merampungkan pemeriksaannya itu enggan berkomentar saat hendak diboyong kembali ke Rutan KPK dengan menumpang mobil tahanan KPK.

Dikonfirmasi soal pemeriksaan Tubagus dan Susi malam hari, Juru Bicara KPK, Johan Budi menyatakan bahwa pihaknya hendak mengkonfirmasi soal barang bukti yang disita penyidik KPK dari hasil penggeledahan.

"Para tersangka terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi Ketua MK terkait sengekta Pilkada yang dibawa malam ini oleh penyidik untuk keperluan konfirmasi barang bukti yang disita, untuk penyelesaian administrasi," kata Johan melalui pesan singkat.

oleh:Rangga T-editor:YL.antamaputra

 

Komentar

Belum ada yang memberikan komentar.

Kirim Komentar

Untuk kirim komentar silahkan Login atau Register

NEWSLETTER
Get our free Centro One newsletter and stay in touch with the latest news and updates from your email inbox!
POLLING