Selasa, 23 Des 2014 - 00.38 WIB
Follow : Like : RSS : Mobile :
Latest News

Menakar Kans Jokowi di Pilpres 2014

Kamis, 29 Agu 2013 - 09.59 WIB

Jokowi2

Jokowi. (Ist)

Jakarta - Dalam setiap lembaga survei capres merilis dari beberapa nama tokoh politik nasional yang baru ataupun sudah mendeklarasikan maju di Pilpres 2014. Nama Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) unggul diantara para tokoh kandidat capres lainnya.

Tak pelak hasil ini membuat publik merasa yakin bahwa sosok mantan Wali Kota Solo ini akan mampu menjadi Presiden bila Jokowi maju dalam Pilpres tahun depan mengalahkan nama-nama yang sudah sangat senior dan berambisi merebut tahta R1 untuk masa 5 tahun kedepan.

Mengingat saat ini baik Jokowi dan partainya PDI Perjuangan masih bungkam apakah benar layak jika kadernya tersebut diizinkan maju sebagai capres di tahun 2014.

Lalu pertanyaannya sekarang bagaimana peluangnya jika Jokowi maju? Lalu siapa pesaing beratnya di Pilpres 2014? Serta Imbas kepada PDIP jika Jokowi maju capres seperti apa?

Pengamat Politik LIPI Siti Zuhro mengatakan dinamika pencapresan belakangan ini semakin mengerucutkan nama Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) di urutan teratas dalam berbagai hasil lembaga survei.

Tentunya ini merupakan peluang besar bagi Jokowi untuk maju di Pilpres 2014.

"Bila animo masyarakat luas masih seperti ini sampai pilpres tahun depan bisa dipastikan Jokowi akan melenggang dan memenangkan Pilpres 2014," kata Siti saat berbincang dengan Centroone.com, Kamis (29/08/2013).

Menurut Siti untuk saat ini adapun pesaing Jokowi yang cukup signifikan adalah Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Selain itu apabila dinamika politik relatif konstan seperti saat ini. Namun, bila dalam waktu dekat muncul calon-calon yang juga diminati rakyat seperti Mahfud MD dan Dahlan Iskan, kompetisinya akan lebih seru dan relatif lebih hidup.

"Karena dengan semakin banyak muncul calon-calon yang baik yang memiliki integritas atau kredibilitas, kompetensi dan kepemimpinan, maka akan semakin leluasa rakyat memilih calon pemimpin terbaik bagi negeri ini," terang wanita yang akrab disapa Wiwiq ini.

Dalam kasus PDIP, sambung Wiwiq, bila Jokowi yang selama ini menjadi icon partai maju dalam pilpres, ini akan mendongkrak elektabilitas partai dan tak tertutup kemungkinan PDIP akan menjadi pemenang di Pemilu Presiden.

"Ini modal berharga bagi PDI Perjuangan untuk bisa merebut kembali kejayaan mereka di masa lalu dan ini momentum bagi mereka untuk bangkit lagi," tegasnya.

Sementara itu, Pengamat Politik Universitas Syarif Hidayatullah (UIN), Achmad Bakir Ihsan mengatakan sampai saat ini peluang Jokowi cukup besar dibandingkan kandidat capres lainnya untuk bisa merebut kekuasaan menjadi Presiden.

Akan tetapi menurutnya peluang besar Jokowi saat ini tidak serta merta akan menjadi jaminan kemenangan pada Pilpres 2014.

Pasalnya, ada beberapa faktor yang harus diperhatikan. Pertama sampai saat ini euforia kepemimpinan Jokowi masih di atas rata-rata kandidat capres lainnya. Kedua, sosok Jokowi menjadi media darling dibandingkan kandidat capres lainnya. Ketiga, belum ada sosok kepemimpinan lain yang bisa mengimbangi popularitas Jokowi.

"Karena itu, apabila ketiga faktor tersebut dalam perjalannya menuju Pilpres 2014 masih tetap, tentu akan mempermudah jalan kemenangan Jokowi. Tetapi bila ketiga faktor tersebut tidak bisa bertahan, karena, misalnya munculnya tokoh baru yang mendapat citra positif media melampaui Jokowi, maka Jokowi tidak akan menjadi arus utama meraih RI 1," jelas Bakir saat berbincang dengan Centroone.com, Kamis (29/08/2013).

Dia berpandangan untuk pesaing Jokowi dalam berbagai survei capres sampai saat ini belum ada pesaing beratnya, karena dari kandidat capres yang ada belum memiliki modal dan peluang sekuat Jokowi.

"Meskipun ada beberapa tokoh macam Prabowo, Ical ataupun Megawati tapi Jokowi tetap unggul ini menjadi catatan tersendiri," bebernya.

Lebih jauh Bakir menilai bila PDI Perjuangan akan tetap mengusung Jokowi sebagai capresnya, dan bisa memenangkan Pilpres 2014, tentu secara politik nasional menguntungkan bagi eksistensi PDIP yang selama ini menjadi oposan. Tapi sekaligus menjadi beban Jokowi dan PDI P untuk mewujudkan agenda-agenda yang selama disuarakan secara kritis terhadap kekuasaan SBY.

"Sejauh mana PDI P mampu mewujudkan misinya yang selama ini disuarakan atas nama oposan," cetus Bakir.

 

Oleh: Luki Junizar - Editor: Masruroh

 

Komentar

Belum ada yang memberikan komentar.

Kirim Komentar

Untuk kirim komentar silahkan Login atau Register

NEWSLETTER
Get our free Centro One newsletter and stay in touch with the latest news and updates from your email inbox!
POLLING