all_header_1
Rabu, 26 Nov 2014 - 15.39 WIB
Follow : Like : RSS : Mobile :
Latest News

Pilgub Bali dan 'Sakit Hatinya' PDIP

Selasa, 28 Mei 2013 - 11.11 WIB

PDI P5

Ist.

‪‪Jakarta - Peneliti Senior Indonesian Public Institute (IPI), Karyono Wibowo menilai sikap Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) untuk menggugat hasil Pemilihan Gubernur (Pilgub) Bali ke Mahkamah Konstitusi (MK) merupakan keputusan yang tepat dan hal yang wajar.‬‬

Padahal, kata Karyono, dalam pertarungan pilgub sebelumnya, seperti di Jawa Barat (Jabar) dan Sumatera Utara (Sumut), pasangan yang diajukan oleh PDIP juga melayangkan gugatan ke MK.

Namun, permohonan sengketa pilkada Jabar yang dimohonkan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki (Rieke-Teten) ditolak oleh MK. Begitu juga dengan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sumatera Utara, Effendi MS Simbolon-Djumiran Abdi (Esja) ditolak permohonan gugatannya oleh MK.‬‬

"Sama seperti pilkada-pilkada di tempat lain yang berujung ke MK. Itu merupakan hak bagi pasangan calon kepala daerah yang merasa dicurangi dalam proses pilkada. Begitu pun dalam konteks pilgub Bali, PDIP menduga ada kecurangan dalam proses pilgub Bali," kata Karyono saat dihubungi Centroone.com, Selasa (28/05/2013).‬‬

Dicontohkan Karyono bahwa adanya dugaan penggelembungan suara dalam pilgub Bali terjadi di Buleleng dan beberapa wilayah lain. Selain itu, hasil quick count SRMC yang menempatkan Puspayoga (cagub dari PDIP) unggul tipis juga menjadi pertimbangan khusus bagi PDIP untuk menggugat keputusan KPUD yang menetapkan Mangku Pastika-Ketut Sudikerta sebagai pemenang.‬‬

‪Hasil Quick Count SRMC pasangan Puspayoga-Sukrawan 50.31% dan pasangan Mangku Pastika - Ketut Sudikerta 49.69%. Selisihnya hanya 0.62%. Dari selisih kurang dari 1%, hasil quick count memang tidak bisa memastikan siapa pemenangnya.‬‬

"Oleh karenanya, langkah PDIP sudah tepat untuk menyelesaikan masalah sengketa pilgub Bali di MK. Namun demikian, key wordnya adalah pembuktian di meja hakim MK," cetusnya.

Terkait rencana PDI P akan membuat KPU rakyat, Karyono menilai sangat memaklumi jika kubu PDI P sudah sangat tidak percaya lagi dengan KPUD Bali. Namun demikian ia menyatakan PDI P harus tetap tenang dan jangan terlalu terbawa emosi dalam pilgub kali ini dan menurutnya lebih baik kubu PDI P harus tetap fokus untuk tetap maju menggugat hasil keputusan dan penetapan KPUD itu.

"Buat KPU rakyat sah-sah saja tapi PDI P harus lebih fokuslah kepada gugataanya karena PDI P tidak ingin malu kembali dengan menggugat keputusan MK yang ketiga kalinya tanpa hasil," tandasnya.

Seperti diketahui, kubu pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali nomor urut 1, Anak Agung Ngurah Puspayoga-Dewa Nyoman Sukrawan (PAS) yang diusung PDIP secara tegas menolak hasil rekapitulasi suara KPU Bali. Mereka pun siap menggugat ke Mahkamah Konstitusi.

Perolehan suara yang berbeda tipis menimbulkan berbagai spekulasi. Efeknya kedua kubu pasangan cagub Bali saling klaim.

Hasil rekapitulasi resmi dari KPU Bali kemarin menetapkan perolehan suara terbanyak Pilkada Bali dimenangkan pasangan nomor urut 2, Mangku Pastika-Sudikerta. Mereka mengantongi total suara 1.063.734 atau 50.02 %. Sedangkan duet PAS hanya memperoleh suara 1.062.738 atau 49.98 %.

PDIP menolak penetapan hasil penghitungan suara Pilkada Bali yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD). Dalam penetapan itu, pasangan yang diusung PDIP, Puspayoga-Sukrawan dinyatakan kalah dari pasangan Made Mangku Pastika-Ketut Sudikerta.

Pasti-Kerta diusung 8 partai, yakni Partai Golkar, Demokrat, Hanura, Gerindra, Partai Nasional Benteng Kerakyatan (PNBK), Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB), Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), dan Partai Amanat Nasional (PAN).

 

Oleh: Luki Junizar - Editor: Masruroh

 

Komentar

Pengamat Hukum

02 Jun 2013 - 09:45 (1 year ago)

TANGKAP MAFIA HUKUM PENGACARA LUCAS SH DAN OSCAR SAGITA SH YANG SANGAT MERUSAK BANGSA DAN SUDAH DILAPORKAN KE KPK

1. Tulisan Tangan Safersa Yusana Sertana / Yusan berisi Dugaan Suap Kepada Penegak Hukum
http://safersayusanasertana.blogspot.com/2013/04/dugaan-suap-kepada-penegak-hukum-5-30.html.
http://www.youtube.com/watch?v=VDIe6HIFvSM

2. Safersa diperintahkan Pengacara Lucas SH utk Mencatat Gratifikasi kpd Hakim Agung
http://www.youtube.com/watch?v=iW-fvnkl1aI

3. Pengacara Lucas SH perintahkan Safersa Yusana Sertana / Yusan Catat Gratifikasi kpd Hakim Agung
http://www.youtube.com/watch?v=iXGP_pSsn7Y

4. Dugaan Laporan Pajak SPT FIKTIF Kantor Lucas SH & Partners beserta Group http://laporanpajakpalsu.blogspot.com/.
http://www.youtube.com/watch?v=JG217d5Y0P4

5. Advokat Oscar Sagita SH Melakukan Praktek MAFIA HUKUM / Memberikan SUAP kepada Penegak Hukum
http://mafiahukumlucas.blogspot.com/2013/05/dugaan-oscar-sagita-sh-melakukan.html
Dugaan Mafia Hukum Oscar Sagita SH Suap Penegak Hukum dalam perkara SPINNAKER
http://www.youtube.com/watch?v=zybjv0yVCz8

6. Geger Suap Petinggi Hukum - SINDO Weekly: Pengacara LUCAS SUAP Hakim-Hakim Agung dll
http://mafiahukumlucas.blogspot.com/2013/05/geger-suap-petinggi-hukum-sindo-weekly.html

7. Geger Suap Petinggi Hukum Majalah SINDO WEEKLY: Pengacara LUCAS SUAP Hakim-Hakim Agung dll
http://www.youtube.com/watch?v=H8NKV6jqkoE

8. TINGKAH CULAS LUCAS - Majalah AKTUAL: Pengacara LUCAS SUAP Hakim-Hakim Agung dll
http://mafiahukumlucas.blogspot.com/2013/05/tingkah-culas-lucas-aktual-pengacara.html

9. Majalah AKTUAL - Lucas SH, Oscar Sagita, Safersa Yusana Sertana dkk Terbukti MAFIA HUKUM
http://www.youtube.com/watch?v=lPsp39ahsds

Kirim Komentar

Untuk kirim komentar silahkan Login atau Register

NEWSLETTER
Get our free Centro One newsletter and stay in touch with the latest news and updates from your email inbox!
POLLING