Minggu, 26 Okt 2014 - 16.28 WIB
Follow : Like : RSS : Mobile :
Latest News

Walikota Makasar Sebut Uang Panas Ahmad Fathanah Mengalir ke PKS

Selasa, 07 Mei 2013 - 01.33 WIB

main2 10hukuml6

Jakarta - Walikota Makasar Ilham Arif Sirajuddin mengaku dicecar penyidik KPK seputar kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Ahmad Fathanah. Hal tersebut diungkapkan politisi Partai Demokart usai menjalani pemeriksaan selama tujuh jam sebagai saksi Ahmad Fathanah yang juga merupakan kolega mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaq.

Dari pemeriksaan yang dijalaninya hari ini, Ilham mengaku dicecar penyidik KPK soal adanya aliran dana milik Ahmad Fathanah yang mengalir ke Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk pemenangan Pemilihan Gubernur Sulawesi Selatan. Bahkan, aliran tersebut diketahui berasal dari TPPU Ahmad Fatanah. "Dana yang ditransfer ke DPW itu dari pencucian uang AF (Ahmad Fathanah)," ungkap Ilham di kantor KPK, Jakarta, Jakarta, Senin (6/5/2013) malam.

Saat mengetahui adanya dana pencucian uang Ahmad Fathanah yang mengalir ke DPW PKS tersebut, Ilham sendiri mengaku terkejut. "Saya kaget," ujarnya.

Ilham menampik DPW PKS memberinya dana. Yang ada, kata Ilham, justru dirinya mengeluarkan sejumlah dana untuk diberikan kepada DPW PKS Sulsel sebagai partai yang turut mengusungnya dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel. "PKS partai pengusung. Kami kan memberi biaya pemenangan. Jadi nggak ada PKS beri uang," bebernya.

Ilham juga mengaku telah berkenalan sejak lama dengan Ahmad Fathanah. Perkenalan lama tersebut dimanfaatkan untuk menjebatani keperluan pencalonannya sebagai Gubernur Sulsel. "Aku sudah kenal sebagai orang Makassar. Baru tahu dia dekat dengan petinggi jadi minta dijembatani," pungkasnya.

Ahmad Fathanah telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) sejak tanggal 6 Maret 2013. Ahmad ditetapkan sebagai tersangka TPPU berdasarkan hasil pengembangan penyidikan kasus dugaan suap impor daging.

KPK menjerat Ahmad Fathanah dengan pasal TPPU pasal 3, Pasal 4, Pasal 5 Undang-undang (UU) Pencegahan dan pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang juncto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. Ahmad sebelumnya telah ditetapkan sebagai salah satu tersangka kasus dugaan suap impor daging di Kementan. Dalam kasus suap impor daging, Ahmad diduga berperan sebagai kurir uang suap Rp 1 miliar.

Secara keseluruhan, KPK telah menetapkan status tersangka kepada Luthfi Hasan dan tiga orang lainnya lantaran dipastikan terlibat dalam kasus dugaan suap proses impor daging. Ketiga orang lainnya tersebut adalah Direktur PT. Indoguna Utama, Juard Effendi dan Arya Abdi Effendi serta Ahmad Fathanah. Direktur Utama PT.Indoguna Utama, Maria Elizabeth Liman juga telah ditetapkan sebagai tersangka.

Dalam pengembangan penyidikan TPPU Fathanan, KPK juga telah menyita empat mobil mewah milik Ahmad Fathanah. Keempat mobil yang disita adalah mobil Toyota FJ Cruiser warna hitam nomor polisi B 1330 SZZ, mobil Toyota Alpard warna putih nomor polisi B 53 FTI. mobil Toyota jenis Land Cruiser Prado TX warna hitam nomor polisi B 1739 WFN, dan mobil Mercy C 200 warna hitam nomor polisi B 8749 BS. Harga keempat mobil tersebut diperkirakan Rp 4,3 miliar.

oleh:Rangga T-editor:YL.antamaputra

Komentar

Belum ada yang memberikan komentar.

Kirim Komentar

Untuk kirim komentar silahkan Login atau Register

NEWSLETTER
Get our free Centro One newsletter and stay in touch with the latest news and updates from your email inbox!
POLLING