Senin, 22 Sep 2014 - 19.09 WIB
Follow : Like : RSS : Mobile :
Latest News

Istri-istri Djoko Susilo Terancam Ikut Terjerat Pasal TPPU

Rabu, 24 Apr 2013 - 19.33 WIB

24istri DS

Salah satu istri Djoko Susilo, Mahdiana (rangga/centroone)

Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih terus mengembangkan kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Irjen Djoko Susilo.

Lembaga superbody pimpinan Abraham Samad Cs ini membuka peluang menjerat pihak-pihak lain dalam kasus tersebut, termasuk sejumlah istri Jendral Bintang Dua tersebut yang diduga ikut menyamarkan harta yang diduga dari hasil tindak pidana korupsi. "Ya bisa, sepanjang memenuhi unsur-unsur seperti yang tertuang dalam Pasal 3 Pasal 4 UU TPPU dan dengan dukungan bukti-bukti," kata Juru Bicara KPK Johan Budi SP, di kantornya, Rabu (24/4/2013).

Sebelumnya, dalam sidang perdana, Irjen Djoko Susilo didakwa menyamarkan harta hasil korupsinya kepada tiga orang istrinya. Harta yang disamarkan Djoko nilainya mencapai Rp 100 miliar lebih. Dalam dakwaan Jaksa, harta yang paling banyak disamarkan yakni kepada istri kedua Djoko bernama Mahdiana. Belasan aset berupa tanah dan bangunan yang tersebar di Jakarta disamarkan atas nama Mahdiana.

Selain menyamarkan terhadap istri keduanya, Jenderal bintang dua itu juga menyamarkan kepada istri ketiga Dipta Anindita. Aset Djoko yang disamarkan atas nama mantan finalis puteri Indonesia 2008 ini diantaranya berupa tanah seluas 246 m2 berikut bangunan rumah di Kebayoran Baru Jakarta Selatan. Aset yang dibeli menggunakan nama Dipta dibeli pada tanggal 13 maret 2012 seharga Rp 1.945.418.000. Djoko juga membelikan Dipta sebidang tanah seluas 750 m2 di Semarang. Dari tiga istri Djoko, istri pertama Suratmi yang paling sedikit disamarkan oleh Djoko. Atas nama Suratmi Djoko menyamarjan sebidang tanah di Subang.

Penyidik KPK mendakwa Mantan Kepala Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri itu lantaran telah melanggar Pasal 3 ayat 1 huruf c Undang-Undang Tindak Pidana Pencucian Uang No.15/2002. Djoko terancam hukuman pidana penjara paling lama 20 tahun serta denda paling banyak Rp 10 miliar

oleh:Rangga T-editor:YL.antamaputra

 

Komentar

Belum ada yang memberikan komentar.

Kirim Komentar

Untuk kirim komentar silahkan Login atau Register

NEWSLETTER
Get our free Centro One newsletter and stay in touch with the latest news and updates from your email inbox!
POLLING